REDIEN
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 26, 2024
**** Reiden Kai Abyasa, lelaki berwajah tampan, dengan rahang tegas dan mata cokelat tajam yang sering kali terlihat dingin. Rambutnya hitam legam dengan potongan rapi dan alisnya yang tartata sempurna, semakin menegaskan kesan karismatiknya. Dikenal jarang berbicara, membuatnya tak pernah melakukan banyak interaksi di sekolah. Tidak ada prestasi yang bagus yang dimiliki Reiden, namun ia juga hanya mempunyai 2 catatan minus dan itupun karena telat masuk kelas dan bolos upacara Dan itu membuat Sharina Giselle merasa tertarik dengan sikap cowok itu. Dia tidak terpengaruh oleh reputasi misteriusnya, justru, Sharin merasakan adanya kehangatan tersembunyi di balik penampilan dingin Reiden. Setiap kali mereka bertemu di sekolah, Sharin merasa hatinya berdebar dan dia sering mencari alasan untuk mendekat dan berbicara dengannya, bahkan jika itu hanya sekedar sapaan singkat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Persona
  • My Kutub Boy
  • Go And Forget it
  • Epiphany [Completed]
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • DISAPPEARED [COMPLETE]
  • Pretended || Avoidant ✅
  • Just Dream with you
Persona

TERBIT 📖 - Ara tahu ada rumor tidak mengenakkan tentang Della yang beredar di sekolah. Kepintaran Della memang tidak diragukan, tapi rumor tentang kehidupan malam cewek itulah yang sering dibicarakan teman-teman sekelasnya. Ara tak terlalu peduli, toh gosip itu tidak mengganggu program belajar bersama mereka untuk lomba sains tingkat kota yang akan dilaksanakan bulan depan. Namun, sore itu Ara melihat Della dijemput seorang cowok. Cowok yang pernah dan masih singgah di hati Ara--Elvan. Ara berusaha menghilangkah praduga di kepalanya mengenai hubungan Elvan dan Della. Namun, tetap saja dia gagal merealisasikan keinginannya itu. Dia tersenyum getir saat kepingan kenangan itu kembali muncul. Lagi. - Persona Copyright©2017 by Sirhayani

More details
WpActionLinkContent Guidelines