A Candle in the Rain

A Candle in the Rain

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 28, 2024
A Candle in the Rain Mutia, seorang gadis remaja yang hidupnya berubah drastis setelah bertemu Ray, seorang teman yang awalnya penuh perhatian, tetapi berubah menjadi obsesif. Ketika perhatian Ray menjadi ancaman, Mutia memutuskan untuk pindah sekolah dan memulai hidup baru. Namun, jejak masa lalu yang gelap terus membayangi setiap langkahnya. Di sekolah barunya, Mutia menemukan kembali kekuatan melalui persahabatan sejati dengan teman-teman barunya. Mereka membantunya bangkit dari bayang-bayang ketakutan yang selalu mengintai. Namun, ketika semua tampak mulai membaik, Mutia menerima surat misterius yang mengancam kedamaian yang baru saja ia temukan. Di tengah hujan yang terus mengguyur kehidupannya, Mutia berusaha menjadi lilin yang terus menyala, melawan gelap yang berusaha menguasainya. Apakah ia akan mampu menjaga sinar harapannya tetap hidup, atau akankah masa lalu yang menyeramkan kembali mengancam segalanya?
All Rights Reserved
#22
thailer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa (Forget Me Not)
  • A House In KitsWood
  • El Cielo y la Tierra
  • PERGI BERMIMPI
  • Dialog alam mimpi [END]
  • Ketika Cinta Datang Menyapa
  • The Rainbow is Over
  • CATATAN PEMBUNUHAN (END)
  • PENA ASMARA | TAMAT✅

"Bunganya udah layu, Sa. Yakin mau dibeli? Nanti sampai rumah juga mati." "Gak apa-apa. Gw pastiin bunga ini gak akan mati. Layu bukan berarti mati, kan? Gw bakal rawat bunga ini... terus kasih ke Ayah." Ia tidak memilih mawar, tak pula melati. Hanya bunga kecil yang nyaris mati-seperti dirinya sendiri. Hari demi hari, ia rawat bunga itu seakan sedang menjaga harapan yang hampir padam. Rapuh, tapi belum sepenuhnya punah. Namun di Hari Ayah, harapan itu kembali layu. Bunga itu ditolak, bahkan sebelum sempat menyampaikan maksudnya. Dan malam itu... ia tak pernah pulang. Namun nyatanya, Tuhan itu adil. Setelah semua luka, setelah semua kejatuhan... Tuhan menghadirkan satu suara-yang tak menghakimi, tak pula menuntut. Hanya berkata pelan: "Sama gw, Sa. Sama gw terus. Kalo boleh berharap, semoga suatu hari nanti gw bisa jadi alasan lo buat pulang." Angkasa (last flower) "Forget me not" Warning ⚠️ Thriller × Angst × Crime !!! Cerita ini mengandung unsur thriller yang menegangkan, serta banyak adegan kekerasan, darah, kriminalitas, dan teka-teki. Harap bijak dalam memilih bacaan. ‼️⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines