Matthew Harvest ingin anak perempuannya lebih terdidik, karena itulah ia memasukan Luna Valter ke dalam Erudite di bawah pengawasan Theodore Harvest.
Namun, tidak ada yang mudah di Erudite, apalagi saat dua orang yang begitu bertolak belakang ini saling bertemu.
Theo, dengan disiplin yang tak tergoyahkan, dan Luna, dengan semangat bebasnya yang tak terbendung. Keduanya terlibat dalam tarik ulur yang rumit-sebuah permainan antara kendali dan kebebasan, antara aturan dan kekacauan.
***
"Bapak nyulik saya ya?!" Luna langsung menuduh pria di depannya itu. "Bapak memborgol tangan saya. Bapak mau ngapain sama saya, hah?!"
Apa tadi?
Bapak?
Kinyis-kinyis begini di panggil bapak.
"Atas dasar apa saya menculik kamu?" Pria itu, yang tampak terkejut oleh ledakan emosinya, berdiri tegak dengan mata yang memancarkan campuran antara ketenangan dan kewaspadaan. Ia adalah Theodore Harvest.
"Pertama, bapak nyuruh saya nikah kontrak. Kedua, bapak pasti udah nyusun strategi buat saya. Ketiga, bapak pasti naksir berat sama saya makanya ngajak nikah!"
Theodore mengangkat satu alis, terkejut namun juga sedikit terhibur oleh tuduhan Luna yang tak terduga. "Nikah kontrak? Kamu menganggapnya serius?" tanyanya, suaranya tetap tenang namun ada nada ketertarikan di dalamnya. "Nikah kontrak itu hanya taktik. Kamu salah paham."
Luna tidak terpengaruh oleh penjelasan itu. "Bapak ngaku aja kalo sebenernya mau nikah sama saya!"
"Saya simpulkan sekali lagi. Pertama, nikah kontrak itu hanya pengalihan. Four menyuruh saya untuk menghukum kamu. Kedua, saya tidak menculik kamu. Kamu pingsan karena borgol merah dari saya. Ketiga, kamu pingsan selama tiga jam dan saya tidak menyentuh kamu sedikitpun."
"Alah boong!" Luna membantah keras, matanya menyala dengan amarah. "Bapak pasti nyembunyiin sesuatu. Bapak pasti udah nyentuh tubuh saya. Awas aja, bapak saya laporin ke polisi!"
"Kamu keras kepala banget, ya. Masih mending kamu nggak saya gantung di menara."
All Rights Reserved