If We Were Camellias

If We Were Camellias

  • WpView
    Reads 32,567
  • WpVote
    Votes 1,153
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 14, 2026
Kalau orang bilang lelaki dan perempuan tak bisa bersahabat layaknya seperti sesama jenis, sepertinya masuk akal. 15 tahun menjalin pertemanan, membuat Gibran dan Khalila seakan tak ada batas. Mereka tak pernah menyimpan rahasia apa pun satu sama lain. Sampai kata denial itu menghantui mereka. Orang-orang sekitar yang jauh lebih peka ketimbang keduanya berusaha menyadarkan, bahwa tak ada yang benar-benar bisa berteman atau bersahabat di antara mereka. Khalila dan Gibran tetap pada pendirian. Mereka cuma berteman.
All Rights Reserved
#62
campuslife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEYSA
  • Ruang Rasa
  • KKN VS YOU
  • Titik Nadir
  • Under The Same Roof [Hiatus]
  • Then
  • Tingkat Dua
  • The Beauty Inside(Complete)
  • Like A Star (Complete)
  • [END] Budak Proker ✔️
KEYSA

Keyla tahu betul bedanya fiksi dan realita. Di novel, tatapan mata hazel itu berarti cinta. Tapi di dunia nyata, bagi Haksa Adistira, tatapan itu mungkin hanya sekadar keramahan biasa, sama seperti caranya tersenyum pada ibu kantin atau menyapa semua perempuan di kampusnya. Berawal dari pertemuan tak sengaja di pojok toko buku, Keyla terjebak dalam labirin perasaan. Haksa itu hangat, tapi kehangatannya dibagi ke semua orang. Haksa itu perhatian, tapi perhatiannya tak pernah eksklusif. Di saat orang ketiga mulai ikut campur, Keyla tersadar, apakah dia memang pemeran utama di hidup Haksa? Atau cuma salah satu pembaca di antara kerumunan penggemar laki-laki itu? "Kak, jangan bikin aku merasa istimewa kalau cara kakak menatapku sama saja dengan cara kakak menatap dunia."

More details
WpActionLinkContent Guidelines