"Kalau jodoh gak bakal kemana... tapi kalau gak ada usaha, ya bakal kemana-mana!"
Anagata Gayatri - mahasiswa bimbingan konseling semester akhir, introvert garis keras, mager akut, dan hobi overthinking. Cita-citanya simpel: skripsi kelar, wisuda, terus hidup damai tanpa drama.
Tapi... hidup siapa sih yang bisa lempeng-lempeng aja tanpa plot twist dari Tuhan?
Masalahnya, tiba-tiba muncul nama Galih Santoso di dalam doa-doa orang sekampung.
Si cowok 28 tahun, pengusaha muda, guru ngaji di pondok pesantren, paket komplit calon imam masa depan.
Calon suami yang sempurna... buat orang lain.
Buat Ananta? Fix, cuma jodoh settingan emak-emak rempong!
Tapi semakin dijauhi, kenapa hati malah penasaran?
Di antara obrolan receh, ledekan nyebelin, sampai tatapan-tatapan yang gak sengaja ketangkap... takdir mulai bikin skenario yang susah ditebak.
Apakah Ananta dan Galih benar-benar ditakdirkan bersatu?
Atau jangan-jangan, mereka cuma sekedar... bahan gibah tetangga?
"Boleh minta alamat rumahmu?"
"Untuk apa?" ketus Syifa.
"Ketemu Ayah kamu,"
"Ada urusan dengan Ayahku?" tanya Syifa.
"Iya." jawab Lelaki itu.
"Urusan apa?"
"Untuk melamar kamu."
Deg!
Shofia Assyifa Zafran.
Gadis yang suka membully salah satu siswi pandai dan pendiam sekelas bersama dua orang sahabatnya. Hingga gelombang datang melanda keluarganya menjadikan hidup Syifa berbalik 180 derajat.
Badai berlalu menerpa keluarganya sampai Ia sadar bahwa hidupnya sangat jauh dengan Sang Pencipta. Cobaan, Ujian hingga ditinggal sahabatnya menjadikan ia memutuskan untuk berhijrah di jalan Allah dan berteman dengan seseorang yang pernah Ia bully.
Tidak sampai disana saja, Syifa jatuh cinta pada seseorang kakak kelas di Kampus yang tidak berakhir bahagia, justru kandas ditengah jalan.
Jodoh memang tiada yang tau. Musuh SMA Syifa justru menjadi kekasih halalnya lewat pertemuan singkat yang tidak disangka-sangka.
Bagaimana kelanjutan cerita Syifa?