Time has Passed

Time has Passed

  • WpView
    Leituras 3
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, ago 27, 2024
Selama 15 tahun, persahabatan mereka berjalan dalam hening yang nyaman, di mana perasaan tersembunyi dalam keabadian yang rapuh. Mereka percaya, dengan menjaga bibir tetap terkunci, tak ada hati yang tersakiti, dan persahabatan mereka akan abadi. Namun, di balik kesunyian itu, ada cinta yang diam-diam menorehkan luka. Suatu sore, obrolan ringan yang seharusnya tak berarti berubah menjadi pengakuan pahit. "Aku bersyukur tak ada dari kita yang pernah jatuh hati dengan masing-masing, jadi tak ada yang tersakiti, bukan?" Namun jawaban yang muncul mengguncang, "Ya, kau sudah melakukannya. Kau menyakiti hatiku.." "... 15 tahun lalu, aku pernah menyukaimu." Cinta itu tumbuh dalam gelap, terselubung seperti bayangan senjakala, tak pernah terucap namun selalu hadir. Dengan bahasa yang lirih, kisah ini menceritakan perihnya cinta yang tak terucap dalam persahabatan Kees van der Laan dan Tara Noelle.
Todos os Direitos Reservados
#22
tara
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo