Zerfaous
  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 28, 2024
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Seorang gadis bercadar di kelilingi keluarga serta teman-teman yang sangat baik,seorang anak tunggal pemilik Pesantren terbesar di Indonesia. Kecantikan serta kebaikan yang selalu menolong orang,gadis biasa namun sempurna. Hari di mana ia melanjutkan kuliah nya di Italia,semua berjalan baik tak ada halangan,sampai dimana saat malam turun hujan deras,ia tak sengaja melihat sesuatu yang,aneh? Di situlah kehidupan gelap yang selalu menghantui gadis tersebut mulai,tak pernah lepas akan ikatan seseorang yang sudah membawanya ke dunia yang penuh tangisan serta darah. Saat di mana ia harus menjadi,miliknya? Akan kah ia bertahan? Atau ia akan kabur? Bunuh diri,mungkin? ••|||•• Tunduk lah kepada ku!! Lihat lah siapa penguasa dunia!! Langit malam menambah kesan bak melihat malaikat pencabut nyawa di kota itu,huja.n mengguyur deras,hingga siapa saja melihat tak akan ada keberanian. "Sekali kau masuk ke dunia ku,kau tak akan lepas begitu saja." Menelisik dengan pisau kecil nya seperti sabit,membuat goresan yang sangat dalam,darah bercucuran keluar tak ada habisnya,suara rintihan,suara tangisan,adalah alunan musik malam yang mengiringi malaikat yang sedang melakukan tugasnya. Akhir dari hidup,di tangan...Gream Reaper •malaikat dengan sabit kematian• ••|||••
All Rights Reserved
#198
pengkhianatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEVOTEE DEVIL {END} ✓
  • SETENGAH HIJAB
  • Langkah Dalam Kebetulan
  • Soul Switch: Mafia di tubuh remaja
  • SILUMAN PENYERAP USIA: DAAYAN

"Wahai penguasa kegelapan, lindungilah kami dari petaka yang kau hadirkan." Daniel Davicky kehilangan cahaya kehidupannya tepat setelah kematian sang ibunda. Bagai seorang tuna netra, ia tak mampu lagi menelaah seisi dunia. Gelap gulita, sampai sebuah tarikan membawanya ke dunia yang lebih gelap lagi. Namun, ada kobaran api yang menjadi sinar menerangi naluri. "Malaikat Agung, Malaikat Kegelapan Pinjamkan lah aku cahayamu Melalui tabir Kematian Hingga Surga terlihat!" Dendam, dengki, caci maki, dan segala hal keji menjadi racun menggerogoti diri. Sudah lumrah sebagai makanan sehari-hari. Sosok penolong sudah pun berganti. Kala mentari terbit di timur, disitulah ia menggemakan syukur. Bukan pada sosok sang maha, melainkan pada sosok penguasa. "Ketika dunia memberi penderitaan, kenapa harus berlutut memohon belas kasihan? Bangkitlah, lakukan segala yang ingin kau lakukan. Disini tak ada keadilan, maka tegakan keadilan dalam kegelapan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines