We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Distilasi Rasa

Distilasi Rasa

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Novel ini adalah kisah tentang cinta, idealisme, dan perjalanan menemukan diri sendiri. Nadia dan Ardi saling mencintai, tetapi terpisah oleh perbedaan pandangan hidup yang mendalam. Ardi, seorang aktivis yang gigih, semakin tenggelam dalam perjuangan politik, sementara Nadia mulai merasa kehilangan dirinya sendiri dalam bayang-bayang ambisi Ardi. Melalui perjalanan penuh cinta dan pengorbanan, Nadia akhirnya menyadari bahwa kebahagiaan sejati berasal dari penerimaan dan kedamaian dalam diri sendiri. Dengan latar belakang keindahan alam dan dinamika sosial, novel ini mengeksplorasi bagaimana cinta dan idealisme dapat berbenturan, serta bagaimana menghadapi kenyataan adalah bagian dari perjalanan hidup. Novel ini adalah karya fiksi. Nama, karakter, tempat, dan kejadian dalam cerita ini adalah hasil imajinasi penulis atau digunakan secara fiktif. Kesamaan dengan kejadian nyata atau individu, hidup atau mati, adalah kebetulan semata.
All Rights Reserved
#62
renungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If It's You
  • Cinta Dibalik Halaman Kitab
  • Cinta Beda Agama
  • Life of Nadia (Original Version)
  • Terlalu Baik dalam Ruang Kosong
  • Maria Bukan Perempuan Biasa
  • Jalan Taubat Menuju Sakinah
  • AURA (Tamat)✓
  • Di Antara Cedera dan Cinta: Perjalanan Arman

Tak semua cinta harus dimiliki. Tak semua harap harus terpenuhi. Dan tak semua luka harus hilang untuk bisa bahagia. Nadhira mencintai Izzan dalam diam, sejak masa putih abu-abu. Cinta yang tumbuh tanpa suara, namun berdetak dalam tiap helaan napasnya. Hingga waktu dan takdir membawanya pada kenyataan: Izzan menikah, bukan dengannya. Dunia Nadhira runtuh, namun ia memilih untuk tetap berdiri. Perjalanan panjang menuju penerimaan, membuat Nadhira belajar bahwa ikhlas bukan berarti tak pernah menangis. Tapi tentang berdamai dengan diri sendiri, tentang menata hati meski tak ada pelukan yang menenangkan. Ia mulai menulis, mengajar, dan membangun ruang aman bagi banyak jiwa muda-sembari pelan-pelan menyembuhkan dirinya. Ini adalah kisah tentang cinta yang tidak berakhir dengan "memiliki", tapi dengan "menerima". Tentang seorang perempuan yang tak lagi menunggu bahagia dari seseorang, tapi menciptakan bahagianya sendiri bersama Allah. Dan ketika ia benar-benar siap, cinta akan datang bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai anugerah. Sebuah novel yang hangat, dalam, dan penuh perenungan untuk siapa saja yang pernah mencintai diam-diam-dan sedang belajar merelakan dengan tenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines