MONSTER [ON GOING]

MONSTER [ON GOING]

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 28, 2024
Aku tidak pernah peduli dengan apa yang terjadi di sekitarku. Hidupku sederhana: bangun, sekolah, belajar, pulang, dan mengulangnya keesokan harinya. Di sekolah, aku dikenal sebagai siswa pendiam yang selalu duduk di pojok kelas, jauh dari perhatian orang lain. Mereka bilang aku pintar, tapi aku tidak terlalu peduli dengan pujian atau ejekan. Bagi mereka, aku hanyalah bayang-bayang yang lewat tanpa suara. Semua berubah ketika dia datang. Hari itu biasa saja, sampai sosok asing itu melangkah masuk ke kelas kami. Dengan langkah tenang dan tatapan tajam, dia memperkenalkan dirinya sebagai Damien D Dominic. Dia tampan, cerdas, dan memiliki karisma yang membuat semua orang langsung tertarik padanya. Guru-guru menyukainya, murid-murid mengaguminya, dan dalam hitungan hari, dia menjadi pusat perhatian. Namun, ada sesuatu yang berbeda darinya. Di balik senyumnya yang menawan, ada sesuatu yang tak bisa kupahami-sesuatu yang gelap, seperti bayangan yang selalu mengikuti setiap langkahnya. Aku bisa merasakannya, meskipun aku tidak tahu apa itu. Seiring berjalannya waktu, hal-hal aneh mulai terjadi di sekolah. Guru-guru mulai bertingkah aneh, murid-murid mulai terpecah belah, dan suasana di kelas kami berubah menjadi sesuatu yang mencekam. Dan di tengah semua kekacauan itu, Damien selalu ada, dengan senyum misteriusnya yang seolah tahu lebih banyak daripada yang dia katakan. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku merasa tertantang. Untuk pertama kalinya, aku ingin tahu lebih banyak tentang seseorang. Siapa sebenarnya orang ini? Apa yang dia inginkan? Dan yang paling penting, apa yang dia sembunyikan? Mungkin, untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku harus bergerak keluar dari bayang-bayangku sendiri. Karena aku tahu, jika aku tidak melakukan sesuatu, bayang-bayangnya akan menelan semuanya, termasuk aku. Itulah awal dari segalanya-awal dari pertempuran yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Sebuah pertempuran untuk mengungkap siapa yang sebenarnya monster di antara kami.
All Rights Reserved
#82
logika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Labyrinth Of Unbreakable Vow
  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • DAMIAN
  • WIZARD (Broken Butterfly) END
  • ENTANGLED BY FATE
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • VALEN and The Guide of Shadow
  • ZAFRINA STORM TIED TO THE VILLAIN [Tahap REVISI]
  • Damien's Possession ✔️ (Mavros Series #2)

Katherine Dalton yang temperamental bertemu dengan Draco Malfoy yang angkuh. Tak pernah ada kata damai di antara mereka. Dua siswa Slytherin ini tampaknya tak sanggup menahan bara emosi yang terus membakar. Draco, dengan segala arogansinya, kerap melontarkan provokasi, sementara Katherine-layaknya kobaran api yang tak pernah padam-selalu membalas dengan ledakan amarah yang menggelegar. Namun, di tahun keenam mereka di Hogwarts, halaman depan Daily Prophet meledak dengan berita panas yang menggelegar-seperti suara Rita Skeeter berteriak di telingamu tanpa jeda. Si pirang menyebalkan itu kembali memuaskan dahaganya akan sensasi, kali ini dengan tajuk utama yang nyaris membuat seluruh dunia sihir membeku: "PENYATUAN DUA KELUARGA DARAH MURNI: IKATAN BARU DRACO MALFOY DAN KATHERINE DALTON." Tajuk itu cukup untuk membuat Katherine mendesis tajam penuh amarah. "Demi janggut Merlin, akan kutinju wajah panjangnya!" geram nya, membanting Daily Prophet ke meja dengan kekuatan penuh tepat di hadapan Ron Weasley-yang hanya bisa terbatuk gugup dan mundur beberapa inci. Dengan napas memburu, Katherine bergegas menuju pintu Aula Besar, menendangnya hingga terbuka lebar, menciptakan keheningan yang mendadak dan mencekam. Semua mata menoleh-tentu saja mereka tahu kabar apa yang tengah menggemparkan Hogwarts pagi itu. Namun Malfoy muda duduk tenang, seolah seluruh dunia di sekelilingnya tak berarti apa-apa. Ekspresinya hampa. Hampa seperti tubuh tanpa jiwa. Theodore Nott melirik tajam, mencoba membaca wajah Malfoy. Ia ingin tahu-apakah Draco benar-benar telah mendengar kabar ini? "Katie mungkin benar-benar akan menghancurkan wajah Rita Skeeter," gumam Zabini dengan nada geli, menyeringai tipis. Parkinson di sisinya hanya mengangguk pelan, sependapat. Sebuah perang bisa saja pecah-tak ada yang tahu pasti. Tapi satu hal yang jelas: Katherine Dalton tidak akan diam saja membiarkan perjodohan ini terjadi begitu saja. ⚠️ Draco Malfoy fanfiction

More details
WpActionLinkContent Guidelines