HE'S ALKAERO

HE'S ALKAERO

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, May 23, 2026
[FOLLOW SEBELUM DIBACA JANGAN LUPA VOTE JUGA. BANYAK HAL TOXIC YANG GABAIK UNTUK DITIRU JADI MOHON BIJAK DALAM MEMBACANYA ] *** Tentang Sazela Briana Arabella si balerina cantik yang terpaksa berhenti dari balet nya karna sebuah insiden yang menimpa nya. Alkaero Sabiru Raymond berandalan sekolah SMA ALEXANDER ya sering dijuluki si brandalan dengan tingkat tampan yang melebihi kadar. Prinsip Alkaero itu jika nakal nya tidak merugikan orang lain, kenapa harus diambil pusing,toh ini hidup dia itu artinya dia yang punya kendali Terpaksa peduli dan selalu ada untuk seorang perempuan yang tidak pernah Alkaero duga kehadiran nya hingga melupakan seseorang yang masih menjadi bagian penting di cerita hidupnya. "Jadi karna dia kamu lupain aku Ray"lirih perempuan itu. Siapa perempuan itu?lalu apakah rasa terpaksa Alkaero akan berubah seiring dengan waktu?. jadi ayo kita ikuti kisah nyaa SELAMAT MEMBACA SEMOGA SUKA
All Rights Reserved
#104
gangmotor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Villain's Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • Chasing Sanara

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines