Uncle not Papa! [ On Going ]

Uncle not Papa! [ On Going ]

  • WpView
    LETTURE 18,225
  • WpVote
    Voti 956
  • WpPart
    Parti 11
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, gen 5, 2026
WpInfo
Fanfiction
Mavendra's & Baby Neo "Adek, bisakah kau berjanji padaku? Jika suatu saat aku pergi dari sini, tolong berjanji bahwa kau akan menyayangi dan menjaga putra semata wayang ku layaknya keluarga. Hanya itu permintaan terakhir aku." - Pramudana "Aku.. aku berjanji, bang." 7 bulan setelahnya, kabar duka menyambut mereka semua. Keluarga besar Mavendra telah kehilangan seorang permata yang tampan juga si sulung keluarga, Pramudana Magani Restisalya Mavendra. Kecelakaan tragis pada satu malam telah menjadi mimpi buruk bagi seluruh keluarga terutama putranya, Neo. Mendiang sangat mencintai anaknya dan memutuskan untuk mempercayakan seseorang sehingga anaknya benar-benar membesar dengan kasih sayang layaknya anak kecil. Siapakah sosok yang dipercayai olehnya? start; Februari 2025 end; - Aiyyandice
Tutti i diritti riservati
#21
possesivefamily
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Renjana [COMPLETED]
  • Ephemeral{Fanfic Boboiboy} ✔️
  • ALTRUIST
  • AKSELIO NALENDRA
  • Biru || Bhalendra's Diamond
  • Baby Canny
  • Baby Lele (On Going)
  • Kehilangan Masa Kecil [TERBIT]✓
  • Jadi Baby?! [Lengkap]
  • Jovanka dan Abang Kembar

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti