Garis Takdir untuk Jihan
Kemana doa kita akan berlabuh?
Jihan Syafiya Ananta seorang gadis bercadar yang harus tumbuh dengan takdir yang justru memaksanya berdiri di atas luka dan kehilangan yang begitu menyesakkan. Ia harus menelan pahitnya kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan saat usianya masih berusia 12 tahun.
Sejak saat itu Jihan akhirnya tumbuh di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Fatih. Di sana, ia tumbuh dewasa dalam asuhan hangat Kyai Amir dan Nyai Fatimah, serta persaudaraannya bersama Athallah Zayyan El-Fatih, putra sulung sang pemilik pesantren yang dikenal dingin, cuek dan sulit ditebak, serta Azzura Qamarina El-Fatih, adiknya.
Setelah dewasa Jihan membawa langkahnya hingga ke cakrawala Kairo, menggenggam sebuah janji yang ia jaga dalam setiap doa panjangnya. Namun, kepulangannya justru menjadi titik paling nadir dalam hidupnya. Sosok yang ia nantikan, nyatanya telah bersanding dengan perempuan lain demi menunaikan sebuah wasiat terakhir yang tak bisa ia tolak.
Di sisi lain, Athallah Zayyan El-Fatih sedang berada di titik yang sama. Ia pun harus merelakan perempuan yang selama ini diam-diam ia kagumi menikah karena alasan wasiat yang serupa. Dua jiwa yang sama-sama kehilangan dermaga ini kini berdiri di persimpangan yang sama.
Ketika hati saling tertukar dan harapan berbalas arah, siapakah yang sebenarnya dituliskan untuk siapa?
Gimana nih penasaran nggak sama ceritanya?
Yuk kepoin sekarang!
MOHON MAAF APABILA ADA KESAMAAN TOKOH,ALUR,TEMPAT ATAUPUN KEJADIAN DALAM CERITA. HAL INI ADALAH MURNI KETIDAKSENGAJAAN. KARENA CERITA INI ADALAH HASIL IMAJINASI SAYA SENDIRI.
Jangan lupa vote dan komennya yaaa!