Crown Play

Crown Play

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 25, 2025
Lucretia dan neneknya menghadiri pesta di Istana Dorzweiler, tapi bukannya disambut hangat, mereka justru menjadi bahan hinaan. Ratu melontarkan kata-kata tajam, diikuti tawa meremehkan para bangsawan. Di tengah pesta, ledakan mengguncang istana. Kepanikan pecah. Lucretia yang terpisah dari neneknya tertimpa reruntuhan. Di ambang kesadaran, dia melihat potret dirinya mengenakan mahkota Ratu sebelum semuanya gelap. Ketika dia membuka mata, dunia di sekitarnya terasa berbeda. Orang-orang memanggilnya Putri Lucretia de Velwyn. Semakin dalam dia menggali, semakin jelas bahwa ada rahasia besar yang tersembunyi di balik semua ini. Sebuah kisah penuh teka-teki tentang identitas, intrik politik, dan rahasia yang telah terkubur oleh waktu.
All Rights Reserved
#314
princess
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE SECOND ENDING [END]
  • The Nastira
  • DIANTARA API DAN BAYANGAN
  • The Antagonis Body!
  • I Was Looking At The Villainess
  • The Untold Of Kingdom  [On Going]
  • amorria

[FIRST STORY] Setelah semua ketidakbergunaanku di kehidupan sebelumnya, aku terlempar ke dunia asing akibat menolong anak tetangga yang berniat bunuh diri. Dan dunia itu adalah dunia dari novel yang kebetulan kubaca sambil berlinang air mata selama seminggu penuh. Ini menyebalkan. Novel romansa itu dipenuhi perang dan darah, belum lagi karakter favoritku harus terbunuh karena perannya sebagai ratu diambil alih oleh gadis yang datang dari dunia lain. Putra mahkota yang akan jadi kaisar di masa depan juga bertindak sebagai tokoh utama yang menyebalkan. Dunia dengan stratifikasi sosial yang kejam. Meski hidup kembali sebagai tokoh anonim, setidaknya sesekali aku harus bisa mengumpat untuk putra mahkota sebelum kepalaku dipenggal. Harusnya sederhana tapi benang takdir yang rumit menghubungkanku dengan banyak peristiwa. Ah, aku merindukan waktu untuk malas-malasan sekarang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines