Summoning German Empire (Slow Update)

Summoning German Empire (Slow Update)

  • WpView
    Reads 2,656
  • WpVote
    Votes 256
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 8, 2025
Menginginkan perubahan yang baik adalah keinginan suatu bangsa. Begitu juga dengan sebuah negara bernama Kekaisaran Jerman Raya atau lebih dikenal sebagai Kekaisaran keempat (4th Reich) yang telah mengalahkan Blok Sekutu dalam pertempuran di Perang Dunia ke III yang tergabung dalam Blok Poros. Dan negara ini dipimpin oleh Kaisar yang bernama Wilhelm Friedrich Hohenzollern VII. Namun, belum empat tahun mereka menjadi sebuah negara yang stabil dan makmur. Secara tiba-tiba negara mereka berpindah ke dunia lain dengan kondisi negara yang belum banyak perubahan. Di sanalah mereka menemukan banyak tantangan agar bisa mempertahankan dan mengembangkan negara mereka. Apa yang mereka lakukan kedepannya? Akankah mereka dapat mempertahankan dan memakmurkan Fatherland mereka? Mari baca cerita ini! Peringatan ! ⚠️ cerita ini hanyalah hiburan semata dan tidak mendukung paham Fasisme
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Lost Prince of valoria
  • [End] (Indo) Legend of 4 Kingdoms
  • We Call Him Prince
  • Tiba-tiba ke Dunia lain (Indonesia)
  • Re: Blood and Iron
  • 4 Penguasa Elemental
  • Permaisuri Licik (END)

**Sinopsis Novel:** Dalam Kekaisaran Valoria, sebuah negeri megah yang dibangun di atas harmoni teknologi dan tradisi, Adrian, pewaris takhta yang diusir, berjuang untuk mengembalikan keadilan di tanah airnya. Dihantui pengkhianatan pamannya, Kaisar Cassius, yang merebut tahta dengan licik, Adrian harus membuktikan bahwa ia adalah pemimpin yang layak-bukan hanya bagi rakyatnya tetapi juga bagi dirinya sendiri. Ditemani oleh Raine, seorang jenderal dengan pedang legendaris **Ignis Eternum** dan hati yang tak tergoyahkan, mereka membangun pasukan elite kecil namun tangguh yang melambangkan kekuatan persatuan di tengah kekacauan. Bersama, mereka menghadapi intrik politik, manuver strategis, dan perang yang mengguncang fondasi kekaisaran. Ketika pertempuran puncak melawan Cassius dan para pangeran mendekat, Adrian harus mengandalkan kecerdasannya, semangat rakyat, dan dukungan Raine. Di tengah ketegangan perang, hubungan Adrian dan Raine berkembang menjadi ikatan yang tak terpisahkan, melahirkan kisah tentang kesetiaan, harapan, dan pengorbanan. Namun, apa pun hasil dari perjuangan mereka, Adrian tahu bahwa takhta bukanlah tujuan akhir. Itu hanyalah awal dari pertempuran lebih besar untuk mempertahankan masa depan Kekaisaran Valoria.

More details
WpActionLinkContent Guidelines