Wanita Setenang Malam

Wanita Setenang Malam

  • WpView
    Odsłon 894
  • WpVote
    Głosy 166
  • WpPart
    Części 11
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., wrz 17, 2024
Zinnirah Alaika. Gadis yang biasa dipanggil 'Rara' itu terkenal sederhana, pintar, dan ramah. Dia terpaksa menerima permintaan terakhir ayahnya sebelum meninggal untuk menikah dengan Genta Mahendra, anak dari sahabat ayahnya, Hisyam Mahendra. Pernikahan pun terjadi. Tanpa Rara ketahui, ternyata Genta terpaksa menikahinya karena dia takut namanya dicoret dari daftar waris, lalu hidup sengsara. Yang lebih membuat Rara terkejut adalah, Genta masih berhubungan dengan wanita itu, dan menjadikannya kambing hitam untuk mendapatkan hak waris. Ujian datang silih berganti dalam kehidupan Rara. Berharap ujian dalam hidupnya akan cepat selesai, tapi apa yang dia harapkan tak sesuai kenyataan. Dia tetap percaya bahwa setelah kegelapan akan ada terang. Setelah hujan akan ada pelangi. Dan setelah ujian menerpa akan ada hikmah. Akankah Rara mempertahankan rumah tangganya? Atau justru menerima talak dari Genta? 
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#817
orangketiga
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Aku Takdirnya
  • The Boy I Met In My Dream
  • Menikahi Duda Anak Tiga
  • Ana Uhibbuki Fillah, Zaujati [End+ TERBIT]
  • tentang sebuah rasa
  • Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)
  • Jodoh Yang Dinanti √
  • Your Destiny is My Choice
  • Kembali Bersamamu (END)
  • ATHARLA [REVISI]

Harfiahnya, pernikahan adalah penyatuan dua mahkluk bernama laki-laki dan perempuan. Sesuai takdir-Nya. Sesuai jodoh yang ditulis dalam buku rahasia dan hanya Allah yang tahu susunannya. Seperti kata Abi, jodoh itu cerminan diri. Jika saya baik, jodoh yang singgah juga baik. Jika saya tidak baik, jodoh yang berlabuh juga tidak baik. Saya bukan perempuan istimewa, hanya putri Abi dan ummi yang masih suka menyusahkan mereka. Dan terus merengek ketika apa yang saya inginkan tidak dituruti. Namun, bersamanya saya belajar menjadi perempuan yang bisa diandalkan. Berupaya menjadi perempuan yang mampu menjaga kehormatannya dan ingin diingat sebagai perempuan yang senantiasa melampiahinya dengan cinta. Karena saya adalah istri yang dituntun nya untuk meraih Jannah, bersama. *** Aisyah Nur Syifa.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści