TWENTY-FIVE VS THIRTY

TWENTY-FIVE VS THIRTY

  • WpView
    Reads 3,164
  • WpVote
    Votes 1,760
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 3, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
🏅 Shafira (4-10-2024) 🏅 Hidupbaru (4-10-2024) Rank #54 out of 10.2k #Perpisahan (10-10-2024) Rank #49 out of 5.24k #Psikologi (10-10-2024) Setelah bercerai dengan mantan suaminya, Shafira Azalea rela menjual perhiasan dan rumah yang ia miliki demi membiayai terapi putranya yang menderita ASD (Autism Spectrum Disorder). Betapa leganya Shafira begitu menerima panggilan kerja dan memulai karirnya lagi dari nol agar anaknya dapat hidup normal seperti anak-anak lainnya. Disaat fokus Shafira hanya pada terapi Al, putra semata wayangnya, Barra Hartono mulai hadir dalam hidup Shafira dan selalu ada disisi Shafira ketika wanita itu menghadapi masalah. Namun, usia Barra yang lebih muda 5 tahun dari Shafira membuatnya ragu dan tak berani menerima perasaannya. Bagaimana kisah Shafira dan Barra selanjutnya? Akankah Shafira menyerah dengan perasaannya, apalagi setelah mengetahui rahasia yang disimpan Barra?
All Rights Reserved
#375
perceraian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam Untuk ZAHRA [Sudah Revisi]
  • ANASTORY [END]
  • Geheugenverlies [On Going]
  • Om Barra [TERBIT]
  • His Darkest Side
  • MOANA AUDIA [ TERBIT ]
  • Caliorate: The Wilted Gardenia
  • Pengganti  [END]
  • Trapped in Hope (End)

•First Story• Genre = islamic, romance. °°°° Bukankah Ayah adalah sosok cinta pertama dari anak perempuan nya? Tapi bagaimana jika orang yang disebut sebagai 'Ayah' ini menorehkan luka hingga membuat trauma? Apa masih pantas disebut Ayah? Kehidupan tidak selalu sempurna. Zahra tahu itu. Menjadi anak broken home bukan sesuatu yang mudah. Dan Zahra juga yakin bahwa ibunya tidak mudah membesarkan nya seorang diri. Tidak ada perpisahan yang menenangkan, meskipun perpisahan tersebut diselesaikan dengan baik-baik. Persepsi 'Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya' membuat Zahra menganggap bahwa semua laki-laki itu sama. Ayahnya saja bisa menyakitinya apalagi lelaki lain? °°°°°° Note : 1. Ini adalah cerita pertama dan murni dari pemikiran saya sendiri, mohon maaf jika ada kesamaan tokoh, latar, dan waktu dalam cerita ini. 2. Jangan hanya melihat dari cover, buka saja dulu. Lihat isinya, dan semoga tertarik🤗 #Selamat Membaca❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines