Resident (21+)

Resident (21+)

  • WpView
    Reads 34,816
  • WpVote
    Votes 418
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 21, 2024
"Ga mungkin," gumam Chika, terpaku menatap dokter senior yang akan menjadi pembimbingnya selama masa residensi di Avi Hospital. "Kenapa?" tanya Zee sambil menyenggol lengan Chika ketika melihat ekspresi terkejutnya. "Di-dia... Semalam gua tidur sama dia," jawab Chika dengan suara lemah. *** Zee, Chika, Ashel, Arvin, dan Taksa, lima mahasiswa yang baru saja lulus dari pendidikan kedokteran, melanjutkan praktik mereka di Avi Hospital. Sambil bekerja sebagai dokter residen, mereka juga menempuh pendidikan spesialisasi. Selama masa pelatihan menuju menjadi dokter spesialis, mereka akan bertemu dengan dokter-dokter senior yang memberikan arahan dan bimbingan. Namun, siapa sangka, hubungan mereka dengan para dokter di rumah sakit tersebut ternyata tidak hanya sebatas dokter residen dan dokter senior.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Jurnal Dokter Muda
  • The Heartbeat [ Completed ]
  • Dalam Diam | Hiatus
  • My Devil Doctor ✓
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • The Best Part (Completed)
  • Tetangga Baruku Suamiku ( TAMAT )

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

More details
WpActionLinkContent Guidelines