Resident (21+)

Resident (21+)

  • WpView
    Reads 34,815
  • WpVote
    Votes 418
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 21, 2024
"Ga mungkin," gumam Chika, terpaku menatap dokter senior yang akan menjadi pembimbingnya selama masa residensi di Avi Hospital. "Kenapa?" tanya Zee sambil menyenggol lengan Chika ketika melihat ekspresi terkejutnya. "Di-dia... Semalam gua tidur sama dia," jawab Chika dengan suara lemah. *** Zee, Chika, Ashel, Arvin, dan Taksa, lima mahasiswa yang baru saja lulus dari pendidikan kedokteran, melanjutkan praktik mereka di Avi Hospital. Sambil bekerja sebagai dokter residen, mereka juga menempuh pendidikan spesialisasi. Selama masa pelatihan menuju menjadi dokter spesialis, mereka akan bertemu dengan dokter-dokter senior yang memberikan arahan dan bimbingan. Namun, siapa sangka, hubungan mereka dengan para dokter di rumah sakit tersebut ternyata tidak hanya sebatas dokter residen dan dokter senior.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam | Hiatus
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • The Best Part (Completed)
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • My Devil Doctor ✓
  • Jurnal Dokter Muda
  • The Heartbeat [ Completed ]
  • Tetangga Baruku Suamiku ( TAMAT )

Dalam Diam Ia tumbuh dalam dunia yang tenang tapi penuh celah. Seorang gadis yang dibesarkan oleh ibu tunggal, di antara kasih yang tulus dan kisah yang setengah jadi. Ibunya tak pernah marah, tapi juga tak pernah benar-benar bercerita. Tentang masa lalu, tentang ayahnya, tentang rumah yang seharusnya jadi tempat kembali-semua hanya hadir dalam potongan-potongan kabur yang tak pernah lengkap. Hidupnya berjalan seperti itu, penuh tanya yang tak lagi ia kejar jawabannya. Sampai suatu hari, dunia yang ia kenal mulai bergeser. Sebuah surat undangan membawa namanya ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Pemeriksaan kesehatan hanyalah prosedur awal-begitu ia kira. Namun rumah sakit tempat pemeriksaan itu justru menjadi simpul dari benang-benang yang selama ini kusut dalam kepalanya. Nama 'Diranata' menampar ingatannya, menghidupkan kembali bisikan-bisikan yang dulu sering didengar namun tak pernah dimengerti. Dan di antara lorong putih dan suara monitor medis, ia bertemu Gracia. Seorang dokter muda yang baik dan tenang, namun tak tahu bahwa yang sedang duduk di hadapannya mungkin adalah kakaknya sendiri. Ia mengenali wajah itu. Bukan dari ingatan, tapi dari foto lama-foto yang selama ini disimpannya tanpa tahu maknanya. Foto mamanya, memeluk seorang anak kecil yang bukan dirinya. Kini ia tahu, siapa gadis kecil itu. Tapi tetap memilih diam. Diam, karena belum waktunya bertanya. Diam, karena kadang kenyataan lebih menakutkan dari dugaan. Dan diam, karena hatinya belum siap menerima apa yang mungkin telah lama ia tunggu. Langkahnya pelan, tapi pasti. Satu demi satu, rahasia yang terkubur mulai muncul ke permukaan. Bukan dengan dramatisasi, tapi lewat tatapan, pertemuan singkat, dan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ini bukan hanya tentang siapa dirinya, tapi juga tentang apa artinya memiliki rumah-dan kehilangan rumah itu tanpa tahu kapan. Dalam diam, ia belajar memahami. Dalam diam, ia memilih bertahan. Dan dalam diam pula, ia akhirnya berani mencari pulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines