Resident (21+)

Resident (21+)

  • WpView
    Reads 37,159
  • WpVote
    Votes 430
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Ga mungkin," gumam Chika, terpaku menatap dokter senior yang akan menjadi pembimbingnya selama masa residensi di Avi Hospital. "Kenapa?" tanya Zee sambil menyenggol lengan Chika ketika melihat ekspresi terkejutnya. "Di-dia... Semalam gua tidur sama dia," jawab Chika dengan suara lemah. *** Zee, Chika, Ashel, Arvin, dan Taksa, lima mahasiswa yang baru saja lulus dari pendidikan kedokteran, melanjutkan praktik mereka di Avi Hospital. Sambil bekerja sebagai dokter residen, mereka juga menempuh pendidikan spesialisasi. Selama masa pelatihan menuju menjadi dokter spesialis, mereka akan bertemu dengan dokter-dokter senior yang memberikan arahan dan bimbingan. Namun, siapa sangka, hubungan mereka dengan para dokter di rumah sakit tersebut ternyata tidak hanya sebatas dokter residen dan dokter senior.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Heartbeat [ Completed ]
  • Be My Medicine [REVISI]
  • Never stop fighting! [Hiatus]
  • Everything is You
  • My Doctor is My Husband(TAMAT)
  • Dokter ILY (Revisi)
  • Ms Careless and Mr Perfect (Tamat Di KBM dan Karyakarsa)
  • diagnosis hati
  • Between

Abela, dokter spesialis jantung dengan karir cemerlang. Punya banyak fans, sayangnya playgirl. Eits, playgirl bukan sembarang playgirl, bukan doyan gonta-ganti cowok, tapi cewek. Sekali lagi... cewek! Cantik, tinggi, pinter, bodinya... auranya... wuh, siap2 belok deh. Marsya, abg yang menjelang dewasa. Punya hobi unik, selalu daftar jadi pasien hampir setiap hari cuma untuk bertemu dokter Abela. ---------------- "Kayaknya jantung saya makin gak sehat dok." "Kamu sehat. Jantung kamu sehat. Sama seperti kemarin, kemarin lusa, kemarinnya kemarin, dan kemarin kemarin sebelumnya." "Ih serius deh dok, jantung saya selalu ngajak perang tiap natap mata dokter, jedug-jedugnya gak selow. Kayaknya saya gagal jantung deh dok." "Kamu harusnya ke spesialis saraf bukan jantung, kayaknya saraf kamu ada beberapa salah tempat." "Ah dokter, tau saya luar dalam. Jadi terharu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines