MY SWORD : Veta Mea Custos

MY SWORD : Veta Mea Custos

  • WpView
    Reads 230
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing43m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 6, 2026
Tentang yang selamanya duduk, bukan berarti lumpuh. Tentang yang selamanya diam, bukan berarti bisu. Darah lebih kental daripada air. Namun bangkai anjing tetap lebih suci daripada seonggok daging yang bernapas di balik topeng palsu. Jangan lanjutkan membaca. Semakin dalam kau menyelam, semakin dekat sang villain pada kemenangan. Setiap kata yang kau baca... adalah napas baginya untuk tumbuh. Kau masih bisa berhenti di sini. Mundur sebagai pengecut- atau lanjutkan sampai epilog... dan sadari, bahwa kaulah alasan kehancuran itu terjadi.
All Rights Reserved
#26
fantasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebelum rumah itu jadi
  • Bestfriend In Love
  • Selagi Bernama Kita
  • TAKSUB (PBAKL 2019)
  • Ranjang sahabatku
  • Nyangga
  • Dancing with Sadness

(prekuel dari "Rumah yang tak pernah benar-benar ada") Rumah itu belum berdiri, tapi perasaan mulai tumbuh di sela batu bata dan kopi hangat. Alvan dan Yessica tidak merencanakan segalanya akan menjadi begini-terlalu dekat, terlalu nyaman, terlalu mungkin untuk menjadi nyata. Tapi seperti setiap bangunan, ada yang harus selesai, dan ada yang harus dilepaskan. Ini cerita tentang apa yang terjadi sebelum cinta punya tempat untuk berpulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines