Tetap tumbuh meski sering jatuh

Tetap tumbuh meski sering jatuh

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 29, 2024
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Buku ini berisi segelintir motivasi bagaimana cara seorang muslimah "Menghadapi tantangan dalam hidup" Hidup sering kali membuat kita merasa jatuh dan terpukul, namun di balik setiap kejatuhan, terdapat kesempatan untuk bangkit dan tumbuh lebih kuat. Ingatlah, jatuh bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari proses pertumbuhan yang lebih baik. Teruslah berusaha, karena setiap langkah kecil yang kita ambil akan membawa kita lebih dekat pada tujuan yang ingin dicapai. Dan ketahuilah pohon yang kuat pun tumbuh dari benih yang kecil. ~Selamat membaca, karna dalam menghadapi proses yang berat penting untuk tetap termotivasi dan tidak menyarah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Okay, Kamu Normal !
  • Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna
  • Mantra Ajaib
  • Keluh-Berkisah
  • 7 DREAM [END]
  • TINJU & TAUHID
  • jangan takut gagal
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
  • Titik Yang Benar
  •  "من جدّ وجد"(END)

Banyak orang datang dan pergi tanpa alasan, sekalinya ada hanya seperti bayangan. Memang dalam menjalani proses kehidupan terkadang terasa berat dan melelahkan. Jadi tetap semangat ya untuk menggapai kebahagian. Sering kali suara ini dibungkam, segala usaha tidak dihargai dan telinga merasakan sakit karena suara-suara yang cukup berisik. Lalu esokan harinya semua dibanding-bandingkan seolah apapun yang dijalani salah sehingga terpaksa wajah ini memakai topeng kepalsuan lalu bergerak seperti wayang. Apakah harus diam melihat keasingan antara jiwa dan raga ini ? Apakah salah jika menjadi diri sendiri ? "Tuhan, kapan kebahagian datang kepadaku? Mereka sudah lari jauh didepan sedangkan diri ini masih pada tempatnya". Memang tanpa harapan hidup terasa hampa sedangkan kesabaran dan bersyukur merupakan salah satu kunci dalam kehidupan. Bukankah hanya Maha penciptalah yang bisa membantumu. Jadi apakah semua ini normal? Apakah hanya diriku saja yang merasakannya? Lalu bagaimana aku harus bertahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines