Chapter Of Us (On Going)

Chapter Of Us (On Going)

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 29, 2024
Saat Catherine memasuki ruang kuliah Aaric untuk pertama kalinya, dia tidak bisa menghindari rasa kekesalan yang mendalam. Kesalahannya yang konyol dalam proyek akuntansi dan kecenderungannya untuk sering berbuat ceroboh membuatnya langsung berada di radar Aaric. Setiap kesalahan kecil Catherine tampaknya menjadi sumber hiburan bagi Aaric, yang sering kali memberinya hukuman-hukuman yang tidak lazim, seperti menjadi pembantu dosen dalam kegiatan kampus yang membosankan atau menghadapi kuliah tambahan yang membingungkan. Namun, di balik ketegangan dan canda tawa, Catherine merasakan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kekaguman. Rasa itu tumbuh menjadi cinta, meskipun Aaric tampaknya tidak pernah menyadari perasaannya. Takdir kemudian memiliki rencana yang sangat tidak terduga. Ketika Catherine melakukan kesalahan fatal dalam proyek akuntansinya, Aaric memberikan hukuman yang sangat mengejutkan yaitu menikahinya. ℹ️ cerita ini hanyalah fiktif belaka,jika ada kesamaan cerita itu tidak disengaja
All Rights Reserved
#499
kuliah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [1] ACC, Dong, Pak Theo!
  • You Are The Reason ✔
  • Favorite Lecturer
  • Love Architecture 101
  • Make It Right ✔️
  • LOVE THAT DOESN'T HAVE A NAME [VYOON FANFIC]
  • Grow Up [COMPLETED]
  • Kim Taehyung [END]
  • The Minor Waltz
  • LO(ST)VE

Jane Putri Ardiningrum cuma punya satu keinginan sederhana: menyelesaikan skripsi, mendapatkan ACC, lalu wisuda tepat waktu dengan kewarasan yang masih utuh. Sayangnya, semesta malah memasangkannya dengan Theodore Aldrich, dosen pembimbing perfeksionis, dingin, dan terkenal mampu menemukan kesalahan bahkan dari halaman yang sudah diperiksa berkali-kali. Bagi Jane, satu kata "menarik" dari Pak Theo jauh lebih menyeramkan daripada puluhan komentar revisi. Setiap jadwal bimbingan terasa seperti ujian hidup, setiap pesan darinya mampu membuat Jane panik, dan setiap pertemuan hampir selalu berakhir dengan satu takdir yang sama: revisi. Namun, di antara teori yang berantakan, proposal penuh coretan, jadwal bimbingan yang semakin sering, dan perdebatan akademik yang nggak pernah benar-benar selesai, hubungan mereka perlahan berubah. Pak Theo mulai terlalu sering muncul di luar urusan skripsi, sementara Jane mulai menyadari bahwa dosen pembimbingnya menyimpan sisi lain yang nggak pernah diperlihatkan di ruang bimbingan. Jane hanya ingin mendapatkan ACC dan segera lulus. Namun, bagaimana kalau di tengah perjuangannya menyelesaikan skripsi, justru perasaannya sendiri yang lebih dulu meminta kepastian?

More details
WpActionLinkContent Guidelines