Jane Putri Ardiningrum cuma punya satu keinginan sederhana: menyelesaikan skripsi, mendapatkan ACC, lalu wisuda tepat waktu dengan kewarasan yang masih utuh. Sayangnya, semesta malah memasangkannya dengan Theodore Aldrich, dosen pembimbing perfeksionis, dingin, dan terkenal mampu menemukan kesalahan bahkan dari halaman yang sudah diperiksa berkali-kali. Bagi Jane, satu kata "menarik" dari Pak Theo jauh lebih menyeramkan daripada puluhan komentar revisi. Setiap jadwal bimbingan terasa seperti ujian hidup, setiap pesan darinya mampu membuat Jane panik, dan setiap pertemuan hampir selalu berakhir dengan satu takdir yang sama: revisi. Namun, di antara teori yang berantakan, proposal penuh coretan, jadwal bimbingan yang semakin sering, dan perdebatan akademik yang nggak pernah benar-benar selesai, hubungan mereka perlahan berubah. Pak Theo mulai terlalu sering muncul di luar urusan skripsi, sementara Jane mulai menyadari bahwa dosen pembimbingnya menyimpan sisi lain yang nggak pernah diperlihatkan di ruang bimbingan. Jane hanya ingin mendapatkan ACC dan segera lulus. Namun, bagaimana kalau di tengah perjuangannya menyelesaikan skripsi, justru perasaannya sendiri yang lebih dulu meminta kepastian?
More details