We Go Home

We Go Home

  • WpView
    Membaca 43
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadLengkap Min, Sep 8, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Kita hanya anak remaja yang ga bisa berbuat apa-apa, kita terlalu kecil dan lemah untuk dunia yang jahat. Dunia terlalu rumit untuk Sherin Veronnica. Semua orang berdalih selalu ada untuk gadis tersebut, namun nyatanya mereka memberikan luka mendalam untuknya. Dunia Sherin semakin tak berwarna bagaikan ruangan hampa tak berujung yang memberikan keputus asa-an yang mendalam. Sherin selalu berjuang untuk hidupnya, memasang senyum termanis yang bisa dia ukir. Hingga dia dan Atha-kekasihnya, memiliki konflik hanya karena kehadiran sahabat kecil dari Atha, yaitu Riana. Hingga mereka kembali bersama dalam keadaan sulit, mereka berdua mulai mencari kebahagiaan mereka sendiri. "We go home, Sherin." Atha dan Sherin memilih jalan mereka sendiri, untuk bersama selamanya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#839
penyesalan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hug Me (Mom Dad)
  • Raymentara
  • When the Queit Bleeds
  • Embrace again, Arnan
  • Aneyra -after meet you
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Beautiful Dream
  • ARIEANNA

"kenapa papa selalu marahin Sherin? Salah Sherin apa? Kalo Sherin hidup hanya untuk dimaki dan dihina terus sama mama dan papa, untuk apa Sherin dilahirin? Sherin gak pernah minta dilahirin ke dunia ini pa!!" Tegas Sherin dengan berlimang air mata "Salah kamu itu karena udah lahir tanpa keinginan kami, kamu itu gak seharusnya keluar dari rahim perempuan itu!!" Ujar bagas "Terus kenapa gak bunuh Sherin aja waktu mama mengandung Sherin? Kalo gini Sherin ga kuat hidup pa! Sherin gak tau rasa kasih sayang dari orang tua Sherin, rasanya sakit banget di maki terus dan ga dianggap sama mama dan papa!!" Sherin memukul dadanya, melampiaskan kekecewaannya Nenek berusaha menahan emosi Sherin yang kini kian meluap, semua unek-unek sudah Sherin sampaikan. Kini hanya menunggu keputusan papanya, ia harus memutuskan untuk tetap bersama Sherin atau mengusir Sherin dari rumah itu. "Kalo kamu mau mati,, silahkan. Lebih baik jika kamu tidak menampakan diri kamu didepan keluarga saya!!" Tekan Bagas dengan sangat tega Kata itu benar-benar melukai hati Sherin "BAGAS!!" Tegas eyang

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan