6 capítulos Em andamento Rumaisha pikir pulang kampung cuma bakal isinya ketupat, THR, dan pertanyaan "kapan nikah" dari tante sebelah. Tapi hidup berkata: nope, ada misi lain. Karena begitu dia pulang buat lebaran, dia malah harus tinggal satu atap bareng dua cowok sepupu yang bikin detak jantungnya lari maraton.
Zevan - sepupu sefrekuensi yang udah kayak musuh bubuyutan sejak kecil. Hobinya ngusilin Rumaisha dari pagi sampe pagi lagi, ngeluarin gombalan absurd yang nggak jelas antara bercanda atau kode. Dan Faisal - cowok alim yang jarang pulang kampung, yang awalnya asing tapi tiba-tiba jadi akrab. Nggak banyak omong, tapi tatapannya... uh, cukup bikin Rumaisha lupa cara ngunyah opor ayam.
Rumaisha nggak nyangka, dari semua kehebohan lebaran tahun ini, justru Faisal yang pelan-pelan bikin hatinya goyah. Bukan karena kata-katanya, tapi justru karena diamnya. Karena sikapnya yang dewasa, tenang, dan nggak pernah nyuruh apa-apa... tapi entah kenapa bikin Rumaisha pengen jadi versi dirinya yang lebih baik. Padahal cowok itu nggak pernah nanya tentang hidupnya sekalipun.
Dan Zevan? Ternyata lebih dari sekadar pengganggu. Kadang lucu, kadang ngeselin, kadang... terlalu tahu isi hati Rumaisha sendiri. Tapi Rumaisha yakin, perasaannya kali ini beda. Bukan karena gombalan, tapi karena tatapan tenang Faisal yang tinggal di memorinya lebih lama dari takjil favoritnya.
Lebaran kali ini nggak cuma soal maaf-maafan. Tapi juga tentang rasa yang nggak diundang, hadir di antara toples nastar, dan diam-diam tumbuh... di bawah atap yang sama.