Taruhan (Kumcer)

Taruhan (Kumcer)

  • WpView
    LECTURES 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., sept. 13, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Pak Istimewa pasti menang!" "Dia miskin!" "Tapi banyak yang dukung." "Dukungan tanpa duit apa masih bertahan?" "Bisa!" "Bodoh! Kau kira makanan bisa dibeli dengan kebaikan? Mereka mau kenyang. Pilih yang pasti-pasti saja. Kalau dikasih duit itu sudah pasti, lah Pak Istimewa? Belum tentu dia ingat sama rakyat kalau menang nanti."
Tous Droits Réservés
#236
egois
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Quick Wear: Panduan Serangan Balik Si Jalang yang Licik
  • Quick Wear: Lelaki tua yang tidak punya keturunan membujuk janda muda Punya Bayi
  • Cinta Eksklusif (Perjudian)
  • Obrolan Warkop Republik Konoha
  • [ New ] MIKACINTA [ END ]
  • ' HATTERS '
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }

(Bukan karakter wanita yang kuat + penuh rencana + tidak ada nilai + semi-mendalam + tidak ada CP tetap) Dalam beberapa novel, selalu ada peran pendukung wanita jalang yang penuh rencana. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan sang pahlawan, tetapi pada akhirnya mereka tidak sebanding dengan air mata yang menetes dari sang pahlawan wanita, jadi mereka menolak untuk menerimanya. Kebencian mereka ditangkap oleh monster penghisap cinta Yu Wei, yang khawatir bahwa dia tidak punya tempat untuk menghisap cinta untuk kultivasinya sendiri, jadi kedua belah pihak mencapai situasi menang-menang... [Kakak ipar janda dari sang pahlawan dalam novel periode] (kesucian pria, non-kesucian wanita) "Kakak laki-laki tertua saya sudah meninggal, jadi kakak ipar saya tentu saja harus membuat rencana untuk masa depannya sesegera mungkin..." [Sepupu kaisar dari sang pahlawan dalam novel pertarungan istana] (non-kesucian pria, non-kesucian wanita) "Sepupuku, kaisar, mengapa sepupuku dan ratu begitu memusuhi aku?"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu