Wounded Hopes [On Going]

Wounded Hopes [On Going]

  • WpView
    Reads 3,886
  • WpVote
    Votes 486
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 19, 2026
❝Aku bukan tokoh utama dalam kisah bahagia siapa pun. Hanya fragmen luka yang terus dipaksa bertahan.❞ ~ Azura. Mereka menyebutnya cinta, Azura menyebutnya cara paling indah untuk dihancurkan. Dari luar, dunia Azura tampak berkilau. Senyum yang ia kenakan seolah cahaya, padahal di baliknya badai tak pernah reda-gelap, hampa, dan penuh luka. Malam-malamnya hanyalah ruang sepi yang diisi tangis, renungan, dan kanvas kosong yang perlahan ia lukis dengan perih yang tak seorang pun peduli. Ia tidak tumbuh dari pelukan, tidak pula dari kasih. Yang ia kenal hanyalah dingin, tudingan, dan diam yang sarat kebencian. Cerdas dan berbakat, namun sengaja meredup, karena bagi gadis sepertinya... kebahagiaan selalu terasa seperti sesuatu yang jauh dan mustahil digapai. Lalu cinta datang-membawa harapan yang rapuh, manis namun semu. Sama seperti hidupnya, ia hanya singgah untuk meninggalkan luka yang lebih dalam. Seakan dunia ingin berbisik padanya: bahkan yang terlihat indah... bisa berubah menjadi perih yang tak termaafkan. •••• CERITA INI HANYA UNTUK DIBACA BUKAN UNTUK DIPLAGIAT! Bakal di revisi setelah tamat! Tulisan masih amburadul!
All Rights Reserved
#402
azura
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴ��ᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • Shadows of the Main Story
  • WEDDING VOWS
  • LYBLOP [✓]
  • SATRIA : not considered
  • Salah Target [Unpublish]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Lulu
  • Game of Hearts [REVISI]

Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak mana pun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI

More details
WpActionLinkContent Guidelines