She's Not You [✓]

She's Not You [✓]

  • WpView
    Reads 1,175
  • WpVote
    Votes 596
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 5, 2026
"Aku rela hidup dan mati berulang kali, hanya untuk menemui dirimu." ___________ 𝗔𝗽𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗽𝗲𝗿𝗰𝗮𝘆𝗮❟ 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗽𝗮𝗿𝗮𝗹𝗲𝗹? Pada dunia di mana sesuatu bisa menemukan 'jalan' lainnya? Pada dunia ... yang mungkin akan membuat mereka yang telah hilang menjadi ada pada waktu yang bersamaan. Mulanya, Karma tak percaya akan hal tersebut. Akan tetapi, setelah membaca berbagai catatan peninggalan kakeknya, ada setitik kepercayaan yang timbul dalam hatinya. Dan saat itu, hanya ada satu tujuan yang terpatri padanya. Menyelamatkan Karina. Kekasihnya yang telah tiada dua tahun yang lalu. Namun, harga yang akan dibayar tidaklah murah. Karma harus mengorbankan dirinya di dunia nyata, agar dapat berpindah paralel. Lantas, bagaimana kelanjutannya? Apakah Karma mampu menyelamatkan kekasihnya itu? Atau justru tetap diam dan menyesali keterlambatannya menyelamatkan Karina seperti dua tahun yang lalu? "Selama ada Ayah, Bunda, Kak Karma, dan Kak Langit, semuanya udah cukup." __________ "𝐒𝐡𝐞'𝐬 𝐍𝐨𝐭 𝐘𝐨𝐮" ᴜᴘᴅᴀᴛᴇ: 𝟷sᴛ ᴍᴀʀᴄʜ, 𝟸𝟶𝟸𝟼 ʙʏ: ʜᴀʟɪᴄʏᴀ ᴏɴ ᴡᴀᴛᴛᴘᴀᴅ!
All Rights Reserved
#124
hyunho
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rain-Scent
  • Tentang Kita, Jogja, dan Semua yang Tertinggal
  • Tiket Sekali Jalan [Tamat]
  • Part Of Class
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • IDGAF | 04 LINE
  • KAGA BERHENTI GAK?!
  • TAKDIR ALASKALARA
  • The Rawless
  • Jakarta, Back to You
  • Drama Korea Descendants of The Sun
  • Lullaby : Nyanyian Tidur ✔️
  • Nathayyara [On Go]
  • confident
  • Sepotong Roti di Ujung Senja
  • Friday Call'in
  • SePaTu || Sebelas IPS Satu ( JenoKarina )
  • Dibalik Indahnya Mawar
  • Orbit Bintang Ganda
  • Since Day One

Katanya, hal paling susah dari sebuah perjodohan adalah menyatukan dua kepala. Tapi bagi Valia, masalahnya bukan itu. Masalahnya adalah Rey. Laki-laki itu terlalu peka. Dia tahu kapan Valia butuh air putih sebelum Valia merasa haus. Dia tahu Valia sedang takut saat petir menyambar, bahkan sebelum Valia sempat menutup telinga. Bagi Valia, gengsi adalah harga mati. Dia lebih memilih mengomel panjang lebar tentang hal sepele daripada mengaku kalau dia butuh pelukan Rey. Tapi Rey tidak pernah keberatan. Dia selalu punya cara untuk menarik Valia ke dalam dekapannya, membungkam semua omelan Valia dengan kehangatan yang bikin Valia lupa caranya marah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines