Now and Later

Now and Later

  • WpView
    LECTURAS 525
  • WpVote
    Votos 306
  • WpPart
    Partes 53
WpMetadataReadConcluida jue, sep 19, 2024
WpInfo
No ficción
Aruna menangis, menggenggam tangan Angkasa "Angkasa! Bangunlah, tolong! Aku butuh kamu..." Angkasa membuka matanya dengan susah payah, wajahnya pucat dan nafasnya semakin lemah. Angkasa dengan suara lemah "Aruna... aku minta maaf... Aku... tak bisa..." Aruna terisak, berusaha menahan air mata "Jangan katakan begitu. Kamu akan baik-baik saja. Aku di sini, jangan pergi..."
Todos los derechos reservados
#364
lily
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lihat Angkasa, Bunda.
  • Layla And The Sky [REVISI]
  • Rintik Hujan
  • GALANG [SELESAI]
  • To us who have to endure.
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • Sea (n) Sky [End✅]
  • Aluka (Proses Penerbitan)

Angkasa harus menjadi Alaska setiap hari demi bundanya yang depresi. Alaska yang merupakan saudara kembar Angkasa itu hilang karena suatu insiden dan belum ditemukan hingga kini. Angkasa harus selalu bekerja demi pengobatan sang bunda dan dirinya sendiri. Mengapa begitu? Karena Ayahnya telah meninggalkan keluarganya. Harapan Angkasa hanya satu, yaitu Alaska kembali. Dengan begitu, mungkin saja bundanya bisa sembuh. Ia benar-benar ingin Alaska kembali, karena Angkasa tak tahu sampai kapan jantungnya masih bisa berdetak. "Bunda, ini Angkasa, bukan Alaska." "Bunda, tolong panggil aku Angkasa sekali saja." Angkasa selalu ingin mengucapkan dua kalimat tersebut, tapi ia selalu diam karena tak ingin melihat bundanya sakit. <><><> Selamat datang di kisah seorang Angkasa Raga Galenza. LET'S PLAY THIS STORY^^ Start : Rabu, 27 April 2022. Finish : - <><><> *SEMUA ADEGAN, KEJADIAN, ALUR, TOKOH, ITU MURNI IMAJINASI PENULIS.* *JANGAN PLAGIAT KALAU MAU SUKSES*

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido