Rencananya, Pinkan cukup tinggal beberapa bulan saja di sebuah kos-kosan untuk menata mental setelah perpisahan orang tuanya.
Tapi kok makin lama, Pinkan malah makin nyaman.
Pinkan merasa menemukan keluarga baru. Apalagi di sana, Pinkan bertemu laki-laki yang selalu membuatnya tersenyum.
(Baca selengkapnya hanya di KaryaKarsa)
Avyan tumbuh dengan beban masa lalu yang tak pernah bisa ia hapus. Kehadirannya di dunia dianggap sebagai kesalahan, membuatnya terasing bahkan di tengah keluarganya sendiri. Sejak kecil, ia hidup bersama sang nenek, hingga suatu hari ayahnya datang dan memutuskan membawanya pulang untuk tinggal bersama kakak-kakak tirinya.
Awalnya, Avyan berharap menemukan kehangatan yang selama ini hilang, tetapi kenyataan berkata lain. Di depan ayah mereka, kakak-kakaknya tampak peduli, tetapi saat ayah pergi, sikap mereka berubah menjadi dingin dan penuh kebencian. Tatapan tajam dan kata-kata menyakitkan terus menghantui langkah Avyan.
Bisakah Avyan meruntuhkan tembok kebencian yang mengelilinginya? Akankah ia menemukan tempat yang disebut rumah, atau selamanya terkurung dalam bayang-bayang kesalahan yang bukan miliknya?