Hujan Kala Itu

Hujan Kala Itu

  • WpView
    Dibaca 202
  • WpVote
    Vote 58
  • WpPart
    Bab 14
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 12, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Hujan kala itu yang telah menyaksikan orang ke tiga masuk ke dalam hubungan kita dan pada akhirnya aku lah yang harus mengalah untuk kebahagiaan kalian berdua. "HAH ITU AL? DIA SAMA SIAPA? KOK AL PELUK CEWE ITU?" "GUE DI SELINGKUHIN??" ini dia kisah tentang percintaan seorang gadis yang raga nya masuk ke dalam sebuah novel yang menceritakan keromantisan lalu muncul orang ketiga yang merusak hubungan pasangan, berjudul "Hujan Kala Itu". Dimana dia masuk dan berperan sebagai seorang 'Protagonis'. Ia mencoba untuk merelakan kekasihnya itu pergi dengan wanita pilihannya, ia tidak ingin menghambat kebahagiaan kekasihnya maka dari itu ia memilih untuk melupakan kisah percintaan antara Rainey dan Al. "Aku minta maaf, tapi jujur aku gak bisa lupain masalalu aku, maafin aku sayang" "Hubungan kita berakhir secara ga nyangka. Terasa mimpi" "Selamat tinggal, I Love You" "Ya, I loved you" "Pergilah sejauh mungkin, aku harap kita tidak akan bertemu kembali" "Walaupun kisah kita tidak berakhir menjadi happy ending tak apa, biarlah asing ini menjadi hal yang abadi dalam kisah kita."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Behind After
  • No Longer Mate
  • ZIELA
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • ALYA (END)
  • the other side

Kita semu, dan aku mungkin hanya cerita tidak menyenangkan lainnya dari cinta pertamamu yang kelabu. Kita tiada, seperti suara riuh dari hujan yang sia-sia. -- [Beberapa part sengaja di-unpublish sementara karena proses revisi] Setelah kemarin, aku memutuskan menuliskanmu dalam cerita, sebagai bentuk penerimaan terbesarku usai kehilangan. Sebelum sampai Bandung pun, aku tahu aku hanya bersembunyi dibalik kata 'setelah' dan kita yang selesai. Sementara kamu tidak pernah hilang. Meski aku sudah tahu, rasanya kau seperti waktu, sementara aku hanya pergantian dari hujanmu yang usai--pun kemaraumu yang selesai. Aku masih bersikeras melupakan, El, mengisi hujan yang terlalu riuh dan pergantian musim yang terlalu lengang. Bandung sudah mengirimkan banyak orang-orang baru, memberitahu jika tanpa hadirmu pun, aku bisa melalui semuanya. Namun tetap saja, hatiku batu. Seluruh penuh dan kosong hanya meyakinkanku soal kamu. Sementara bagimu, aku tidak pernah punya ruang, bukan? Aku hanya kosong yang senang ketika kauminta menggenapkanmu paksa, memulihkanmu dari bekas luka dan cerita lama. Sudah hampir setengah dasawarsa, dan aku memutuskan menuliskanmu dalam cerita, menulis seluruh riuh hujan yang gembira dan cerita tentang perempuan kaku yang pandai berpura-pura. Terima kasih, El. Kau tetap manusia meneduhkan dan sungguh berharga bahkan setelah Bandung berhasil mengubah sebagian besar dari bagaimana aku melihat dunia. [COMPLETED]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan