Bitter Bitter Sweet

Bitter Bitter Sweet

  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2026
Derilan Attar Syarief tidak percaya jika pertemuan pertama mereka yang tidak sengaja itu akan membuat hidupnya berubah. Seperti ada benang merah tak kasat mata yang membuat Attar jatuh hati pada Jesna, saat wanita itu sedang bekerja part time sebagai Tour Guide. Attar mencintai Jesna dengan segenap hatinya. Datang dengan ketenangan dan rasionalitas dalam hidupnya. Jesna mencintai Attar setelah semua hal yang pernah dia lalui dalam hidupnya. Ditengah kehilangan, tekanan keluarga, kegagalan, hingga mimpi yang berubah arah, Attar dan Jesna memilih untuk tetap diposisi yang sama, meskipun dunia serasa tidak berpihak pada mereka. Diam-diam menjadi tempat pulang yang aman dan nyaman untuk satu sama lain. Karena mereka sadar, bahwa menikah tidak akan membawa mereka dikehidupan yang sempurna. Melainkan memilih orang yang sama, berulang kali, meskipun setelah badai datang dan pergi. Derilan Attar Syarief x Sairandhri Jesna Sebuah kisah cinta yang tenang, dewasa, dan bertahan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Villain's Mother
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Revenge Marriage (SELESAI)

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines