Tentang Dia

Tentang Dia

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 10, 2025
Prolog. Dia datang tanpa aba-aba, seperti angin sore yang tiba-tiba membawa aroma hujan pertama. Sosoknya tinggi, langkahnya tenang, dan senyumnya... entah bagaimana, selalu berhasil membuat waktu seolah berhenti. Aku tak pernah tahu bagaimana seseorang bisa terasa begitu asing, namun di saat yang sama, begitu akrab. Dia adalah "pertama" bukan hanya dalam hal cinta, tapi juga dalam belajar mengenal kehilangan, rindu, dan diam yang tak sempat dijelaskan. Ia tidak banyak bicara, tapi tatapannya seperti menyimpan rahasia yang tak pernah bisa kuterka. Kini, setelah jarak dan waktu membuatnya tampak seperti bayangan samar di ujung ingatan, aku masih sering bertanya-tanya: apakah dulu aku benar-benar mengenalnya, atau hanya jatuh cinta pada misteri yang ia ciptakan?
All Rights Reserved
#102
terimakasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heart Attack
  • If I Can
  • BarraKilla
  • GAREN SINCERE LOVE
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Fierce Love
  • Snow Man (ON GOING)
  • BAD FIANCÉ
  • Dusk In Your Eyes
  • BEST OF US - TERBIT CETAK

Prolog : Ini pertemuan pertamaku dengannya. Saat itu seseorang datang ke rumahku. Entah kenapa untuk pertama kalinya aku terpesona hanya dengan tatapan matanya saja. Mata biru terangnya yang menatapku dingin, yang menandakan ada maksud lain di balik sana. Pria itu, dia sesosok pria yang berbeda. Pada suatu hari aku menolongnya ketika dia sedang mengalami sebuah masalah. Dia bilang dia sangat berhutang budi padaku, lalu pria itu memberikan nomor ponselnya padaku. Aku menyimpan nomornya baik- baik. Tetapi suatu hari Step mendesakku untuk menggantikan winenya, aku meminta tolong pada Damian. Dan disaat itulah aku semakin dekat dengan pria itu. Aku merasa nyaman saat di dekatnya. Apa kalian bertanya apa aku jatuh cinta atau tidak padanya? Aku juga tidak tahu, karena di dalam takdirku aku di kaitkan dengan kedua pria. Yang satu, pria yang mencintaiku dan yang satu adalah pria yang kucintai? ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines