Perihal Waktu [ REVISI ]

Perihal Waktu [ REVISI ]

  • WpView
    Reads 19,277
  • WpVote
    Votes 14,924
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Second Chance
First Love
Perihal hari itu, anggap waktu hanya bercanda. Waktu akan berjalan seenaknya tanpa dia tahu setiap seret yang dia tinggalkan selalu menggoreskan luka yang tidak semudah itu untuk disembuhkan. Ditengah hiruk pikuk kota yang tak pernah berhenti, Jeremy merasakan kekosongan dalam dirinya yang tak bisa terucap. Kehidupannya yang biasa biasa saja tiba tiba dihadapkan pada kehilangan yang menghancurkan. Dalam usahanya untuk menyembunyikan rasa sakit, Jeremy menemukan dirinya terjebak dalam labirin emosi yang gelap. Namun ketika cahaya harapan muncul dari sudut yang tak terduga, Jeremy harus memutuskan antara terus meratapi masa lalunya atau memberanikan diri membangun kembali kehidupannya yang hancur.
All Rights Reserved
#330
lesserafim
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • ARIEANNA
  • WITHOUT ME [ON GOING]
  • Elegi Rasa : Pergi
  • Hopeless
  • you again ✔
  • SIRNA [TERBIT] ✔
  • Nanti Juga Sampai

"Ma, Aluka sakit. Boleh aku tidur sama mama?" "Pergi! Kamu di rumah papamu saja!" ··· "Aluka buatin makanan kesukaan papa." "Bisa kamu pergi dari hadapan saya?!" ··· Aluka Alkenzia. Gadis dengan seluruh luka yang dirasa namun tetap menabur kasih untuk semua orang yang melukainya. Ia hanya ingin bahagia tanpa harus tersakiti dahulu, penderitaan yang dirasa sebelum terlahir ke dunia enggan sirna bahkan hanya untuk mengasihaninya. Rahasia kelamnya masa lalu membuat penderitaan dalam hidupnya silih berganti. Bahkan lelaki yang dicintai ikut menabur garam pada lukanya yang masih terbuka. Hingga sosok lelaki rapuh berhati malaikat datang memberinya arti kebahagiaan, namun ia lupa mengajarkan arti bahagia tanpa kehadirannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines