Dear Lady Ivy (Tamat)

Dear Lady Ivy (Tamat)

  • WpView
    Membaca 148,202
  • WpVote
    Vote 23,787
  • WpPart
    Bab 57
WpMetadataReadLengkap Kam, Nov 28, 2024
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Hidup seperti kemalangan tiada akhir. Siang dan malam memberiku kegilaan tak tertangguhkan. Sungguhkah bertahan hidup harus mengorbankan sedikit demi sedikit jiwa? Maka sudah pasti jiwa milikku tinggal setetes dan tidak terselamatkan. Orang mengira isekai merupakan kesempatan kedua, memperbaiki hidup, dan mengejar impian yang dulu tidak teraih. Namun, bagiku justru rentetan tragedi. Berkali-kali aku tewas entah di tangan male lead, penggemar female lead, ataupun villain. Tidak ada neraka maupun dunia setelah kematian, aku selalu kembali ke titik awal dan terjebak sebagai Lady Ivy. Bukan berarti aku tidak berusaha menjalin hubungan dengan siapa pun. Sayang semua usahaku berbuah pahit dan membuatku makin sengsara. Sampai kapan aku harus menjalani lingkaran setan ini? Bila inilah arti keabadian, maka aku tidak membutuhkannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#247
mengulangwaktu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • TOO MUCH (Tamat)
  • Eclipsed (Hitam Tidak Sama Dengan Putih)
  • After Travelling I Don't Know Who I'am Woman Or Man
  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • Aku Terlahir Kembali (End)
  • Lady of lake
  • Please, Jangan Gigit! (Tamat)
  • Get in the Dark  | DROPPED
  • Villain Also Has A Reason [END]

Why aku harus menjalani rentetan kesialan? Tidak bisakah aku sekadar bernapas tanpa perlu mencemaskan apa pun? Mengapa aku harus melanjutkan hidup sebagai karakter bodoh yang faaaaake banget, sih? Orang lain pasti mampu mengambil alih jalan cerita dan mencampai puncak kesuksesan. Namun, aku tidak begitu. Jangankan merancang rencana memperbaiki ekonomi, sekadar berusaha leher tidak kena tebas tokoh penting pun sulit! Aku bermaksud memperbaiki hubungan dengan tokoh penting. Barangkali semua masih bisa kuperbaiki sekalipun mustahil. Namun, lupakan saja! Bukannya penerimaan baik yang kuterima, justru ancaman mati konyol terpampang jelas di hadapanku. Oke, baiklah~ Aku menyerah! Selamat tinggal! Kalian, tokoh penting, ingin membenciku? Silakan saja. Bencilah diriku sepuas hati. Semua tokoh di sini sinting! Bila hidup memberiku lemon, cukup lempar lemonnya ke musuh. Beres!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan