CRAZY LOVE || END

CRAZY LOVE || END

  • WpView
    Reads 2,031,745
  • WpVote
    Votes 67,036
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 18, 2025
Akibat dare yang Regina lakukan dua tahun lalu di salah satu club terkenal di Jakarta, perempuan dua puluh lima tahun itu harus mempertanggung jawabkan tindakannya dulu pada seorang laki-laki yang merupakan pimpinan dan pemilik dari agensi model yang di naunginya. Yang membuat Regina hampir gila adalah, pertanggung jawaban yang di maksud lelaki itu adalah dia harus membalas cinta dari lelaki yang bernama Nicholas Wardhana tersebut. Iya, siapa sangka, dare dua tahun lalu mengakibatkan Nickholas jatuh cinta kepada Regina tanpa disangka-sangka. Bahkan, tanpa Regina tau, setelah kejadian di club tersebut, Nickholas langsung mencari informasi mengenai perempuan berusia dua puluh lima tahun itu. Hingga dua tahun berlalu, Nickholas yang tak sabar untuk segera memiliki Regina, memunculkan wujudnya tepat di hadapan perempuan tersebut. Seperti apa respon Regina ketika melihat lelaki yang dua tahun lalu dia cium kembali hadir tepat di hadapannya? Lalu, bagaimana cara Regina menghadapi sikap gila dari Nickholas yang terus mengganggu hidupnya? Dan apakah Regina akan luluh dan menyerah terhadap sikap gila Nickholas yang di luar nalar? "Kamu yang dari awal mengusik saya, Regina. Jadi, jangan salahkan saya jika saya tergila-gila kepada kamu." ~ Nicholas Wardhana. ------- Start: 05 Oktober 2024
All Rights Reserved
#629
thewattys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • Setelah Menikah
  • Midnight Love
  • Perempuan dari Masa Depan [SELESAI]
  • Ikatan Tanpa Pilihan
  • Love Therapy (Selesai)
  • My Queen from Southern Sea
  • BENANG PUTUS

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines