Il Riflesso Oscuro (Ongoing)

Il Riflesso Oscuro (Ongoing)

  • WpView
    Reads 1,695
  • WpVote
    Votes 825
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing1h 7m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 7, 2024
Di tengah keremangan malam, Earhart Ace Rubyana, yang biasa dipanggil Ace, menatap kosong dinding apartemennya. Keheningan malam menyelimutinya, dan kesepian yang mendalam menyerap ke dalam sukma, menggerogoti ulu hatinya. Ketika Ace melirik ke cermin, ia melihat bayang-bayang kelam dari masa lalu yang terus menghantuinya. Suatu malam, sosok misterius muncul di pintu apartemennya tanpa perkenalan. Dengan mata penuh kecemasan, sosok itu mengaku sebagai teman lamanya dan menceritakan kisah aneh tentang sebuah objek misterius yang diyakini dapat mengubah nasib mereka. Sosok itu meninggalkan sebuah buku tua yang dipenuhi simbol-simbol aneh dan pesan misterius. Buku tersebut seolah mengundang Ace ke dalam dunia yang tidak dikenalnya-dunia yang penuh dengan teror dan kegelapan. Ace, seorang wanita berusia 19 tahun dengan rambut hitam legam dan mata lavender, merasa terjebak antara dunia nyata dan dunia asing yang menakutkan. Sejak kecelakaan tragis yang mengubah hidupnya, ia dikejar oleh teror yang belum pernah ia alami sebelumnya. "Sampai kapan kita harus berada di sini?" tanya Ace dengan suara penuh keputusasaan. "Apa yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan mimpi buruk ini?" apa yang akan terjadi selanjutnya? #jauhjauhplagiat cerita murni dari hasil pemikiran tanpa ada campur tangan siapapun.
All Rights Reserved
#196
marry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • Two Souls (Tamat)
  • Kangen Kamu Setelah Perpisahan
  • A Promise
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • Melting Pole
  • TAKSUB (PBAKL 2019)
  • π’π‘πž'𝐬 𝐌𝐲 πŽπ›π¬πžπ¬π¬π’π¨π§ { π—’π—š }
  • Pelangi Setelah Hujan

Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines