Untamed Good Hearts

Untamed Good Hearts

  • WpView
    Reads 386
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 8, 2024
Nada Batara, anak angkat pemilik perusahaan Batara Airlines. Dia adalah sebuah teka-teki yang memesona, kehadirannya lembut dan tenteram namun menawan dalam keheningannya. Dengan setiap gerakannya, dia memancarkan keanggunan tanpa usaha yang memikat semua orang yang memiliki hak istimewa untuk menyaksikannya. Kecantikannya tidak mencolok atau sombong, namun lebih merupakan bisikan keanggunan yang tenang yang meninggalkan kesan abadi pada semua orang yang bertemu dengannya. Arum tidak mengerti bagaimana harus bersikap di hadapan teman sekamarnya, rumor tentang Nada yang mengatakan bahwa dia akan mendapatkan keuntungan akan kematian saudaranya membuat Nada menjadi pusat perhatian yang tidak bisa Nada hindari.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Samudra Untuk Bentala [END]
  • ALUNA (Di Rombak Ulang)
  • CINTA TERHALANG JANJI✔
  • REWRITTEN | END
  • Destiny
  • Dosa dan Kenikmatan
  • TRANSMIGRASI ICE GIRL [END]
  • Secret Love Letters [ TERBIT ]

❗️SQUEL DARI AMERTA❗️ Bentala Amerta Adiwarna-atau yang lebih akrab disapa Mas Atala-adalah seorang pria berusia 27 tahun, pemilik sekaligus penerus dari sebuah perusahaan besar yang telah dibangun keluarganya sejak lama. Dari luar, ia tampak sempurna: berwibawa, tenang, dan cerdas dalam mengambil keputusan. Sikapnya selalu tertata, suaranya lembut namun tegas, dan sorot matanya kerap memberi kesan bahwa ia melihat lebih dalam daripada yang terlihat. Namun di balik citra pebisnis muda yang sukses, Atala menyimpan sisi lain yang tak banyak diketahui orang. Ia dikenal sebagai pribadi yang tertutup, lebih senang memendam perasaan daripada membagikannya secara terbuka. Ia tidak banyak bicara jika tidak perlu, dan jarang sekali menunjukkan emosi secara langsung. Ada keteduhan yang menetap dalam caranya berjalan, berbicara, bahkan menatap. Seolah hidup mengajarkannya untuk selalu memilih diam sebelum bereaksi, dan berpikir sebelum berkata. Atala mencintai hal-hal yang sederhana-buku, kopi hitam, dan senja yang tenang. Ia tidak terlalu menyukai keramaian, namun memiliki perhatian yang dalam terhadap orang-orang yang dekat dengannya. Meski ia terlihat tegar, sesungguhnya ia menyimpan kerinduan yang tak pernah ia ucapkan. Dan meskipun banyak orang mengaguminya, Atala selalu merasa bahwa ada bagian dari dirinya yang tak pernah benar-benar selesai. Ia hidup dengan disiplin dan tanggung jawab, namun sesekali, ketika ia mengira tak ada yang melihat, tatapannya terlihat kosong... seakan-akan ia sedang mencari sesuatu-atau seseorang-yang tidak ia temukan dalam semua pencapaian yang ia miliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines