SEPUCUK SURAT DI MUSIM HUJAN

SEPUCUK SURAT DI MUSIM HUJAN

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 3, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
langit sore di kota kecil itu memancarkan cahaya oranye lembut yang membingkai siluet pegunungan di kejauhan. Di sebuah kafe kecil di sudut jalan, seorang gadis duduk sendiri di dekat jendela, menatap kosong pada secangkir kopi yang mulai dingin di depannya. Gadis itu, Amara, adalah sosok yang selalu tenggelam dalam pikirannya-tentang impian, cinta, dan masa depan yang tampak jauh di depan mata. Kota kecil ini telah menjadi rumahnya selama bertahun-tahun, namun Amara selalu merasa ada sesuatu yang memanggilnya dari kejauhan-sebuah panggilan yang belum bisa ia pahami sepenuhnya. Setiap kali ia menulis cerita, pikirannya melayang pada hal-hal yang belum ia capai, pada mimpi-mimpi yang ingin ia wujudkan di luar batas kota kecil ini. Namun, di antara semua keraguan dan ambisi yang membelitnya, ada satu hal yang selalu membuatnya tetap berpijak: Raden. Seorang pria sederhana namun penuh keteguhan yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Mereka telah bersama selama bertahun-tahun, tumbuh di kota kecil ini dengan harapan dan cinta yang tumbuh perlahan. Tapi di dalam hati Amara, ada kekhawatiran yang tak terucap-apakah cinta mereka bisa bertahan jika ia memilih untuk mengejar mimpinya di tempat lain?
All Rights Reserved
#153
klise
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marriage Blues (COMPLETED)
  • Salam untuk senja [SUDAH TERBIT]
  • Langit Tak Bertemu Bumi
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Tempat untuk Kita Pulang

"Marriage is hard, divorce is hard. Choose your hard." Menikahi perempuan tukang kontrol dan selalu ingin menang sendiri bukanlah perkara mudah. Hebatnya, Ghidan Herangga berhasil menjalani itu selama tujuh tahun berturut-turut. Tanpa persetujuannya, Keira menjadikan Ghidan sebagai si pemberi makan egonya yang setinggi langit, membuat Ghidan mempertanyakan statusnya sebagai suami karena dianggap lebih rendah dan diperlakukan layaknya sampah. Tujuh tahun pernikahan tidak adil itu telah berlalu. Kini, Ghidan berniat mengambil alih kuasa atas rumah tangga mereka. Sebagai laki-laki, dia merasa lebih berhak atas status yang lebih tinggi. Sudah saatnya dia behenti memperlakukan Keira yang mirip jelmaan penyihir itu sebagai ratu. Dialah yang lebih pantas menjadi raja. Ghidan merencanakan balas dendam. *** This story contains Anti-Heroine as main character. *** Cover by Amalina Asrari

More details
WpActionLinkContent Guidelines