Pikul Pilu Pada Pulangmu

Pikul Pilu Pada Pulangmu

  • WpView
    Reads 9,528
  • WpVote
    Votes 824
  • WpPart
    Parts 91
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 18 hours ago
Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026
All Rights Reserved
#1
quote
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Wounded Hopes [On Going]
  • Perfect Couple
  • Don't Talk About Money
  • LINTANG & LANGIT
  • Senja dan Kisahnya
  • OMG! MALIKA
  • Satu Bangku [Jangkku Story]✓
  • KOTA BANDUNG DAN BIRU [ Sudah terbit ]
  • ENIGMA - End
  • BelaYovan (SELESAI)

❝Aku bukan tokoh utama dalam kisah bahagia siapa pun. Hanya fragmen luka yang terus dipaksa bertahan.❞ ~ Azura. Mereka menyebutnya cinta, Azura menyebutnya cara paling indah untuk dihancurkan. Dari luar, dunia Azura tampak berkilau. Senyum yang ia kenakan seolah cahaya, padahal di baliknya badai tak pernah reda-gelap, hampa, dan penuh luka. Malam-malamnya hanyalah ruang sepi yang diisi tangis, renungan, dan kanvas kosong yang perlahan ia lukis dengan perih yang tak seorang pun peduli. Ia tidak tumbuh dari pelukan, tidak pula dari kasih. Yang ia kenal hanyalah dingin, tudingan, dan diam yang sarat kebencian. Cerdas dan berbakat, namun sengaja meredup, karena bagi gadis sepertinya... kebahagiaan selalu terasa seperti sesuatu yang jauh dan mustahil digapai. Lalu cinta datang-membawa harapan yang rapuh, manis namun semu. Sama seperti hidupnya, ia hanya singgah untuk meninggalkan luka yang lebih dalam. Seakan dunia ingin berbisik padanya: bahkan yang terlihat indah... bisa berubah menjadi perih yang tak termaafkan. •••• CERITA INI HANYA UNTUK DIBACA BUKAN UNTUK DIPLAGIAT! Bakal di revisi setelah tamat! Tulisan masih amburadul!

More details
WpActionLinkContent Guidelines