Perkara Rumpang

Perkara Rumpang

  • WpView
    Reads 1,838
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 2, 2026
Mungkin dari banyaknya irama tawa yang bersuara, ada setitik angan yang terbenam. Perkara rumpang yang masih terbalut sendu berdebu dalam rumah yang tidak nyata. Nyatanya ia tidak pernah benar-benar tahu bahwa cinta bukan sekadar sajak indah, dalam hidupnya yang ia yakini cinta tak akan pernah benar ada untuknya. Terbiasa bernaung dalam tempat gelap. Dia adalah lukanya sendiri juga obatnya sendiri. Mungkin dalam sedikit, hanya sedikit dia masih 'menunggu pulang' ************__ Tambahkan dulu ke library, update akan beriringan. Cerita ini dibuat berdasarkan apa yang terlintas di kepala. Tidak mencuri karya manapun. Tidak menormalisasi plagiasi.
All Rights Reserved
#1
brokenromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Me (ON GOING)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • DOPAMINE [HIATUS]
  • Bukan Kita D.A.N
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Pelakor? Yes, I'm!
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Remember You - {On Going}
  • RAPUH!
  • Story About Us
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • WHY ARE YOU EVILL !!!
  • Changes a Lot
  • JANUS
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Senyum untuk Kejora (COMPLETED)
  • Backstreet: Life After Breaking Up

Apa arti sebuah keluarga bagimu? Berawal dari tugas cerpen bertema keluarga, Sheey harus dihadapkan pertanyaan keramat yang dihindarinya, bukan karna tidak punya jawaban, tapi menyayangkan diri karna jawaban dan realita kehidupannya bertolak belakang. Sheey pikir dengan cara ia sedikit menjaga jarak dengan papah dan kenn kakaknya akan merasa lebih baik, daripada terus berada disekitar mereka selayaknya virus yang harus dijauhi. Luka tetap luka. Sekeras apapun Sheey menahan, air mata dari luka yang dirasanya tetap mengalir tanpa diminta. Dijauhi teman-teman sekelas Sheey tak masalah, pertengkaran tiap hari dengan Thea si ambis Sheey lewati. Ditambah Sheey harus berurusan dengan para gadis pembuli seniornya. Lengkap sudah penderitaannya. Dari semua masalah yang di hadapinya. Tidak menerima kebencian dari papa dan kakaknya, menjadi harapan paling besar disemasa hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines