Perkara Rumpang

Perkara Rumpang

  • WpView
    LECTURES 1,818
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., mars 2, 2026
Mungkin dari banyaknya irama tawa yang bersuara, ada setitik angan yang terbenam. Perkara rumpang yang masih terbalut sendu berdebu dalam rumah yang tidak nyata. Nyatanya ia tidak pernah benar-benar tahu bahwa cinta bukan sekadar sajak indah, dalam hidupnya yang ia yakini cinta tak akan pernah benar ada untuknya. Terbiasa bernaung dalam tempat gelap. Dia adalah lukanya sendiri juga obatnya sendiri. Mungkin dalam sedikit, hanya sedikit dia masih 'menunggu pulang' ************__ Tambahkan dulu ke library, update akan beriringan. Cerita ini dibuat berdasarkan apa yang terlintas di kepala. Tidak mencuri karya manapun. Tidak menormalisasi plagiasi.
Tous Droits Réservés
#275
broken
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Story About Us
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Changes a Lot
  • Senyum untuk Kejora (COMPLETED)
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Bukan Kita D.A.N
  • The Bleeding Lady [completed]

"Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini." "Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata." "Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu." "Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku." "Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu