ATHASYA [TERBIT] ✓

ATHASYA [TERBIT] ✓

  • WpView
    LECTURES 25,756
  • WpVote
    Votes 1,644
  • WpPart
    Chapitres 48
WpMetadataReadTerminé sam., mai 17, 202511 h 37 min
WpInfo
Fiction
Action & Thriller
||SEBELUM BACA FOLLOW DULU!!|| • • • Nasya tumbuh di Bandung bersama sahabatnya, Fara-sosok kakak sekaligus pelindung yang selalu ada dalam setiap babak hidupnya. Mereka sama-sama merantau ke bandung setelah kepergian kedua orang tuanya dengan harapan bisa menjadi wanita yang kuat, cerdas, dan berarti. Dalam sunyi pondok yang dipenuhi cahaya ilmu, Nasya menyimpan rahasia yang tak pernah ia duga-ada seseorang yang diam-diam memperhatikannya sejak kecil. Athalla, seorang Gus dari keluarga terpandang, telah mengenal Nasya jauh sebelum takdir menyatukan mereka di bawah atap yang sama. Bukan hanya karena latar yang berbeda atau posisi keluarga, tapi karena hatinya telah menetapkan pilihan-Nasya, gadis sederhana berhati hangat, yang membuatnya belajar tentang ketulusan cinta. Kisah mereka tak pernah mudah. Dari persahabatan yang begitu erat bersama As-Sakinah dan Fityanullah, hingga luka perpisahan yang mendalam saat Fara pergi dalam kecelakaan pesawat, hidup seakan menghantam Nasya tanpa ampun. Namun di tengah runtuhnya dunia, tangan Athalla tetap terulur, menjadi rumah yang tak pernah meninggalkannya sendiri. Empat tahun berlalu, kini Nasya dan Athalla tak lagi hanya berdua. Hadirnya Elvano Azran Ar-Razka, anak kecil bermata teduh dan hati seluas langit, menjadi penyejuk luka masa lalu. Di sebuah taman yang tenang, tawa Elvano menggantikan tangis, dan pelukan Athalla menguatkan bahwa cinta sejati bukan hanya soal siapa yang datang, tapi siapa yang tetap bertahan. Cerita ini adalah kisah tentang merindukan tanpa pamit, mencintai tanpa syarat, dan menjalani kehidupan dengan segala kehilangan dan harapannya. Untuk setiap hati yang pernah patah, cerita ini akan memelukmu erat. ||HAPPY READING!||
Tous Droits Réservés
#46
fara
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Mutowifku Tersayang
  • Tania
  • Nyangga
  • TEARSBREAKER
  • senyuman Terakhir [ C ]
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • (EBOOK) ISTERI DATO' NAUFAL EZRA
  • 𝐑𝐚𝐡𝐬𝐢𝐚 𝐓𝐞𝐫𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫 𝐑𝐚𝐲𝐪𝐚𝐥 ∆ 𝐂

Prolog Mekkah selalu punya cara membuat hati bergetar. Bukan hanya oleh lantunan adzan yang menggema dari Masjidil Haram, bukan pula oleh jutaan langkah yang berputar mengelilingi Ka'bah tanpa henti. Tapi oleh sesuatu yang tak pernah bisa dijelaskan-takdir yang Allah titipkan di antara doa dan air mata. Namaku Fadhlan. Aku seorang mutowif-memandu para tamu Allah yang datang dari berbagai negeri untuk menunaikan ibadah Umrah. Tugasku sederhana: membimbing mereka membaca niat, menuntun langkah mereka dalam thawaf dan sa'i, serta memastikan perjalanan ibadah itu lancar dan terjaga. Namun, dalam perjalanan yang lalu, tugasku berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Aku masih ingat saat pertama kali menatapnya. Seorang wanita muda, sederhana dalam balutan kerudung putih, tapi wajahnya memancarkan cahaya yang menenangkan. Senyumnya tipis, lembut, seperti doa yang dipanjatkan dalam diam. Ia datang bersama ibunya, meninggalkan ayah yang sedang sakit keras di tanah air. Namanya... Melati. Sembilan hari bersama rombongan Umrah seharusnya hanya meninggalkan kenangan singkat, sebagaimana biasanya. Tapi hari-hari itu menumbuhkan sesuatu yang berbeda. Sebuah perasaan yang anehnya, bukan mengganggu ibadahku, melainkan justru membuat setiap doa terasa lebih hidup. Namun, Allah punya cara sendiri menjaga rahasia-Nya. Ada kalanya doa yang kita panjatkan terasa menggantung di langit, tanpa jawaban. Ada kalanya cinta yang tumbuh justru diuji dengan jarak, waktu, dan keraguan. Dan aku... hanya bisa berserah. Kini setiap kali aku berdiri di hadapan Ka'bah, aku selalu mengingatnya. Wajah itu, senyum itu, doa-doanya. Entah di mana ia berada, entah bagaimana takdir menuliskannya. Yang kutahu, namanya tetap hidup dalam hatiku. Mutowifku tersayang... begitu ia pernah menyebutku dalam candanya. Sebuah panggilan yang sederhana, tapi cukup untuk membuat setiap langkahku terasa berarti.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu