Way Of POV

Way Of POV

  • WpView
    Reads 300
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 9, 2025
Kau mungkin memiliki keseharian yang sibuk akan kegiatan. Tiap hari mengurus hal duniawi, atau bahkan sering mengeluh sana sini. Maka dari itu istirahatkan dirimu sejenak! Tuang seduhan kopi mu, dan nikmati bersama suguhan hikmah dari narasi yang ku buat ini. 🚫 Sedikit Dari Penulis 🚫 Semua kisah yang tertuang merupakan inspirasi dari kisah-kisah familiar, namun dikemas dengan cara lain supaya lebih segar. Jika ada kesamaan nama, alur cerita, atau apapun yang diceritakan itu hanya kebetulan semata. Mari share kebaikan hikmah ini kepada sesama, jadilah manusia baik tanpa memandang latar belakang seseorang. Be Kind To One Another
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Tirta Mata
  • ( not ) Figuran
  • BETWEEN
  • Alicia Stories : In Another World
  • Perahu Kertas - The Story Of After Rain 2 [Reinkarnasi] || 48 {END}
  • ❲END❳ TRAPPED IN A HAREM NOVEL

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines