Maaf dan selamat tinggal

Maaf dan selamat tinggal

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 30, 2024
Thorn atau lebih tepatnya Duri , selama ini thorn adalah anak yang sangatt disayang sodara sodaranya tapi di buku gw beda(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) ------------- Thorn/Duri: "Haha , selamat tinggal semuaa" ________ sedikit contekan untuk ending • • • • ---------------------------------------------------------------------------------- warning!!!! • No copy • Jangan hujat gw ,kalo ngga suka ngga usah dibaca • Ceritanya gj • Hak cipta dilindungi undang undang • Ada beberapa kata kasar • BoBoiBoy hanya milik monsta saya hanya meminjam karakternya -------------------------------------------------------------------------------- sekian dari saya •Author
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • All The Memories {Elemental Boboiboy} [SLOW UPDATE]
  • RAHASIA
  • My little munkchin ( solthorn)
  • The Hunt
  • Sebuah Penyesalan
  • Boboiboy Fanfiction (Thorn/Duri Centric) [HIATUS]
  • Hanya karena itu kalian membenciku? [Boboiboy Taufan Sad] |Complete

Nyatanya, mereka bertiga tidak sebahagia yang orang lain pikirkan. Di balik tawa dan senyuman yang mereka tunjukkan, terselubung luka yang tak seorang pun mampu melihat. Taufan yang ingin diakui keberadaannya. Ice yang mendambakan kebebasan. Dan Thorn yang haus akan apresiasi dari sang Bunda. Taufan terus mencoba membuktikan dirinya sendiri, berusaha untuk diakui, meski dirinya seringkali tak dihargai. Ice, meskipun selalu tampak tenang, namun ia terjebak dalam batasan tubuhnya yang rapuh, bermimpi bisa merasakan bebasnya dunia tanpa halangan apapun. Thorn, dengan segala usahanya, merasa tak pernah cukup baik untuk mendapatkan kasih sayang yang tulus dari sang Bunda. Di dunia yang mengagumi harmoni, tak ada yang tahu bahwa kehancuran perlahan mulai menghantui. Tapi, sampai kapan mereka bisa bertahan dalam diam? Sementara hati mereka perlahan terkikis oleh kesedihan yang mendalam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines