Jendela-Jendela Retak

Jendela-Jendela Retak

  • WpView
    OKUNANLAR 20
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Paz, Eyl 8, 2024
Aksara Gandhis Pertiwi (21 tahun) memilih untuk berdiam dalam kubangan keputusasaannya, memandangi bintang-bintang yang sangat jauh baginya dari balik jendela retak. Menurut Aksara, tidak ada yang bisa dicapai dengan mudah, sekalipun ia harus mati-matian merengkuh mimpi, akhirnya tetaplah sama. Ia memang tidak diperkenankan. Riu Wibisana (25 tahun) memandang dunia dengan cara yang berbeda, meresapi setiap cerita peristiwa dalam sebuah karya. Bagi Riu, semua peristiwa akan berlalu, semua peristiwa membawa makna, semua peristiwa adalah momen berharga. Mereka bertemu ketika tali di antaranya bertaut.
Tüm hakları saklıdır
#766
kota
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • DESA PUNYA CERITA
  • SEGARA(END)
  • TERGAPAI TAK TERCAPAI
  • OUR BOOK 2
  • Mi Vida (kehidupan)
  • 🎹secret of piano love♥️
  • 74/366
  • Dek Istri 21+
  • CAHAYA AL-GHIFARI [NIKAH TAPI MONDOK][TAMAT]

Azis Mahendra selalu hidup mewah di kota, terpaksa ikut keluarganya mudik ke desa. Ia kesal-baginya, desa terasa asing, tak nyaman, dan jauh dari standar hidupnya. Namun semua berubah ketika ia bertemu Ratih Prameswari, gadis desa 15 tahun yang hangat dan ramah. Mereka pertama kali bertemu di pasar. Azis merasa risih dengan bau amis dan suasananya yang ramai, sementara Ratih justru tertawa melihat kepanikan Azis. Percakapan singkat mereka dalam bahasa Jawa halus jadi pembuka hubungan mereka. Hari-hari berikutnya membawa mereka ke kebersamaan yang tidak direncanakan. Mereka naik sepeda menyusuri jalanan desa, melewati sawah, tertawa saat tercebur parit karena ceroboh. Azis mulai menikmati suasana desa yang dulu ia remehkan. Dua minggu yang awalnya membosankan berubah jadi hari-hari penuh warna. Namun waktu terus berjalan. Azis harus kembali ke kota. Di ujung desa, mereka saling menatap dalam diam. Tak ada kata perpisahan, apalagi janji. Hanya perasaan yang tumbuh tanpa pernah terucap. Ini bukan kisah cinta yang selesai bahagia. Tapi tentang perbedaan, tentang waktu yang terlalu singkat, dan tentang cinta yang hadir tanpa pernah benar-benar bisa dimiliki. Apakah perasaan itu akan bertahan? Ataukah akan jadi kenangan yang perlahan memudar bersama waktu?

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi