Mistaken Beliefs (SUDAH TERBIT)

Mistaken Beliefs (SUDAH TERBIT)

  • WpView
    Reads 366
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 8, 2024
"Dibayar berapa kamu sama Papa, hah?" Saga menyudutkan posisi Ara ke tembok. Satu tangannya mencengkeram erat kerah kemeja kekasihnya tersebut, sehingga membuat Ara seperti tercekik. Ara kesulitan bicara. Tenggorokannya tercekat karena tekanan jemari Saga yang begitu kuat. Tangan kirinya berusaha melepaskan cengkeraman Saga, sedang tangan kanannya menepuk-nepuk punggung tangan laki-laki itu. "Jawab!" sentak Saga. Matanya berkilat merah, memancarkan gurat amarah sekaligus sedih yang bercampur menjadi satu. "Lep-lepas, Ga. Denger penjelasan aku dulu," pinta Ara dengan suara terbata-bata. Dia memejam seiring dengan luruhnya butiran kristal dari kedua sudut mata. "Apa lagi? Udah jelas kalau kamu cewek simpenan Papa! Kamu udah ngerusak keharmonisan keluarga aku, Ara!" Saga semakin berapi-api. Ara mengangguk perlahan, pasrah. "Oke. Oke kalau menurut kamu kayak gitu. Bunuh aku kalau emang itu mau kamu," lirihnya. Air mata semakin deras membanjiri wajah cantik Karaisa. Apakah Ara akan terus pasrah mendapat perlakuan kasar Saga? Akankah dia menyerah untuk tidak menjelaskan masalah sebenarnya pada sang kekasih? Dan juga, apakah Saga tega menghabisi Ara seperti yang diinginkan gadis itu?
All Rights Reserved
#218
salahpaham
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • this is me
  • Sacrifice Of Love (Evan END) SUDAH TERBIT
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • AMERTA DALAM AKSARA
  • Bad Boy Erlangga
  • ARGA [Completed]
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Zenna Story
  • ON SIGHT (Completed)

"Tasya. Kamu mau kan jadi pacarku?" Degg.. "Astaga! Keysa. Kamu kuat, jangan ngerusak semuanya. Dia sahabat kamu. Tahan! Ga boleh nangis!" Ucap Keysa dalam hatinya. Ia sedang berusaha menahan air matanya agar tidak turun. Keysa berlari menghindari kerumunan itu. Kerumunan dimana Alvaro sedang menyatakan perasaannya kepada Tasya, sahabat Keysa. "Hai, Key!" sapa Ardy yang tiba-tiba muncul dibelakang Keysa. Secepat mungkin Keysa menghapus air matanya yang sempat jatuh. Keysa tidak ingin ada yang mengetahui jika saat ini ia sedang menangis. Keysa membalas sapaan Ardy hanya dengan senyuman. Senyuman palsu! "Eh, Key habis nangis ya?" tanya Ardy khawatir yang melihat mata Keysa sedikit sembab. "Ah. Enggak, Dy. Kelilipan kayaknya. Btw, Lo ngapain disini?" ucap Aletha mengelak. "Gapapa sih. Abisnya disana lagi ada yang seru malah menyendiri disini. Itu Tasya, sahabat lo ditembak sama Varo. Lo kok malah disini sih?" "Hah? Gue malah baru tau. Gimana Tasya terima? Wah bakal ada pasangan baru nih" *** Aletha Keysa! sudah beranjak dewasa. Ia sudah kelas sembilan. Sudah banyak perubahan, namun tidak dengan... *** Apa hayo? yang penasaran langsung baca aja. Maaf kalo g bagus. Jangan dihujat. Oke? Selamat membaca guys!

More details
WpActionLinkContent Guidelines