Keandra Elsharawy Barata.
Ia memang salah satu siswa yang terkenal nakal dan tidak penurut. Namun, ia paling tidak suka ketika dituduh bersalah padahal tidak terlibat sama sekali. Seperti yang terjadi hari ini.
"Jadi ini salah siapa? Kamu Keandra?" tanya Pak Abi kepada seluruh siswa SMA Pradipta yang ada di tempat kejadian perkara.
Keandra dengan santai menggeleng. "Bukan, Pak."
Juan berjalan mendekati Pak Abi dan mengatakan bahwa ia dengan jelas melihat jika Keandra yang melakukannya.
Keandra naik pitam. Juan ini apa-apaan, pikirnya.
"Saya berani sumpah kalo bukan saya pelakunya, Pak." balas Keandra dengan nada sedikit ngegas. Ia sudah tidak bisa santai karena Juan.
Seorang gadis tiba-tiba datang dan menerobos kerumunan siswa agar sampai di tempat kejadian perkara.
"Saya...pelakunya, Pak." ucap gadis itu tiba-tiba yang tentu membuat semua orang menoleh ke arahnya dengan tatapan tidak percaya. Yang benar saja?
Oh, damn. What the hell is this?
"Seharusnya ini cinta bukan benci
tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu.
Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir.
"Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy.
****
*Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊