BLACKCARD

BLACKCARD

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 15, 2024
Einwazheit katanya negara terlihat makmur, dengan denah alam yang memiliki pegunungan juga lautan yang begitu luas, menjadi negara kepulauan dengan taraf hidup masyarakat yang baik. Sayangnya, omong kosong itu hanya bagian dari politik mercusuar tentang negara indah yang nyatanya sedang menangis darah. Gelandangan di mana-mana, lapangan pekerjaan yang seolah hanya bisa di tembus oleh mereka yang memiliki koneksi dari dalam, melonjaknya seluruh harga karna sektor ekonomi bobrok dengan inflasinya yang tinggi. Praktik kriminal yang terjadi di mana-mana, pemisahan si kaya yang semakin kaya, dan si miskin yang semakin miskin. Apa maksud para elit politik itu mengatakan bahwa Einwazheit baik-baik saja? Apanya yang baik-baik saja? Mereka yang dulu menggadang-gadangkan janji menjadi wakil dari rakyat kecil hanya menutup mata dan telinga dari jerit masyarakat yang terjajah di negaranya sendiri. Para pembual yang mengklaim dirinya sebagai wakil rakyat itu hanya ingin memperkaya diri dengan cara mudah ; merampas hak orang lain ✍ BAB I: Einwazheit dan Praktik Politik Mercusuar ©Fuzihara Naomi, 2024 Background: Belongs to the Artist Cover Edit: Kuroveil TW[!] Fiction Political Issue, Violence, Harsh Words, Implicit Content
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH]
  • Senior High School : Final Lesson - Survive or Die
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • F5
  • KELAS ABSTRAK
  • Sihir Sang Pangeran-CH【𝐄𝐍𝐃】
  • SMA : Stres Manis Aja [END] Tahap Revisi
  • ASRAR [TERBIT]
  • Become an Extra or Main Character [END]

𝘽𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙖𝙜𝙖𝙧, 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙝𝙖𝙢 . . . . Dunia ini dulunya hanyalah hamparan biasa, hingga kekuatan magis pertama kali terlahir dari kehendak alam. Namun, sihir yang seharusnya menjadi anugerah justru disalahgunakan. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab memperlakukan kekuatan mereka sebagai alat untuk berkuasa, tanpa peduli akan kehancuran yang mereka tinggalkan. Dari keegoisan itu, lahirlah kekacauan, perang, dan penderitaan. Hingga akhirnya, sebuah tekad baru muncul, tekad untuk mengendalikan sihir, bukan dikendalikan olehnya. Para pemimpin membangun tatanan baru, aturan yang mengikat, dan tempat-tempat pembelajaran bagi mereka yang terlahir dengan bakat magis. Namun, sejarah selalu berulang. Di tengah damai yang rapuh, bayang-bayang keserakahan kembali mengintai. Dan kini, seorang pemuda harus menemukan jalannya sendiri di dunia yang gila ini, siap atau tidak, mau atau- "TIDAK MAUUUUU!!!" "Heh! jangan menolak! Kau akan ke Akademi besok! ingat!" "Aku tidak mau~ huaa kehidupan malas ku akan hancur." "Kalau kau menolak, koleksi cacing beracun mu akan ku bakar." ". . ." "Yah merepotkan. Mungkin lebih baik aku tidur, dan pura-pura dunia ini baik-baik saja." -Indonesia . . . ! Di ambil dari kisah fiksi author sendiri, gak ada sangkut pautnya sama dunia nyata, mau itu tatanan masyarakat, jabatan, posisi, hukum dan sebagainya. Author cuma manusia biasa yang pastinya tak lepas dari kekurangan. Inspirasi cerita?... Banyak pokoknya, dan author jadiin satu dalam cerita ini. Sama sekali gak adanya bermaksud menjiplak dan gak terima di jiplak. Author gak akan iklas kalau ada yang tiba-tiba jiplak cerita ini trus di jadiin alasan inspirasi cerita dan dan modifikasi sama sekali, alias plek ketiplek. "Menjiplak bukan karena tidak bisa berkarya, tapi karena terlalu malas untuk mencoba." - Appelmerah, 2025 Segitu dulu, bay~

More details
WpActionLinkContent Guidelines