Four Gates - Batavia

Four Gates - Batavia

  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 9, 2025
Manusia butuh keadilan bukan ketimpangan. Manusia butuh perlindungan bukan perundungan. Manusia butuh kasih sayang bukan penyiksaan. Manusia mempunyai hak dan kepemilikan. Mengapa hidup dibangun oleh strata? Mengapa ekspresi ditutup oleh topeng kebohongan? Dunia hitam putih bagaikan permainan papan catur. Berbagai kekuatan saling beradu dalam mempertahankan kekuasaan. Kisah kami, dimana kami meruntuhkan ketidakadilan.
All Rights Reserved
#48
exploration
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • Adik-Kakak yang Terpisahkan [ END ]
  • Mamah muda 2-3 Delchik ✔️
  • Kakak? [END]
  • Paragon of Noctis Mirage

"Dalam dunia yang tampak nyata, ia hanya bayangan yang menunggu dipecahkan." Di balik tirai dunia yang tampak biasa, tersembunyi kehidupan seorang remaja yang tak pernah benar-benar menjadi miliknya sendiri. Ia tumbuh dalam pusaran rahasia, dibentuk oleh intrik dan kepalsuan yang menjalar dari akar keluarganya. Langkah-langkahnya diawasi. Suaranya dibungkam oleh kewajiban. Jiwanya? Terbelah... antara hitam dan putih yang tak pernah ia pilih. Ia hidup-bukan karena ingin, tapi karena satu kata: peduli. 🕯️ "Kadang, bertahan hidup adalah bentuk lain dari menyerah yang disamarkan." Namun segalanya mulai retak saat ia bertemu seseorang. Bukan pahlawan. Bukan penyelamat. Hanya satu jiwa lain... yang perlahan mengajaknya bernapas sebagai dirinya sendiri. Dinding-dinding yang selama ini membelenggu, mulai pecah. Tawa. Tangis. Cinta. Hadir seperti pecahan kaca-indah, menyakitkan, menyilaukan. Tapi dunia tak pernah sesederhana itu. Apa arti kehidupan, bila dibangun di atas kebohongan? Apa makna cinta, jika tumbuh dari tanah yang tak jujur? Saat rahasia mulai menampakkan wajahnya, dan kepercayaan berguguran satu per satu, ia harus memilih: 🔻 Melanjutkan fragmen kehidupan yang mulai ia cintai... 🔺 atau menelusuri puing-puing masa lalu yang bisa menghancurkan semuanya. "Sebab kadang, untuk menemukan cahaya, kita harus berani menghadap bayangan kita sendiri."

More details
WpActionLinkContent Guidelines