Peluru Terakhir Sang DON (END)

Peluru Terakhir Sang DON (END)

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Sep 29, 2024
"Peluru Terakhir Sang Don" mengisahkan Don Giovanni, pemimpin mafia yang memutuskan untuk pensiun dan menyerahkan kekuasaan kepada anak semata wayangnya, Marco. Namun, Marco memiliki identitas ganda sebagai seorang miliarder sukses yang menggunakan teknologi dan sistem keuangan untuk mencapai kekayaannya. Keputusan pensiun Don Giovanni memicu ketegangan antara dunia bawah tanah mafia dan dunia korporat yang dijalani Marco. (SUDAH TAMAT YA GUYS)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ride To Love [END]
  • [✓] 𝐓𝐇𝐄 𝐌𝐀𝐍 || KIM DOYOUNG
  • I'm only a side character
  • SIMANIS MILIKKU
  • My sweet Mafia and Ineffable
  • Gadis Tawanan Mafia Kejam (End)
  • Mysterious Girl
  • ABIGAIL (COMPLETE)

Di jantung kota yang penuh gemerlap, hiduplah seorang pemuda pemberontak bernama Dalvie Marcello. Ia adalah anggota geng motor yang terkenal dengan keberaniannya dalam balapan liar. Suatu hari, ia mendengar kabar tentang seorang pria kaya raya yang juga seorang pembalap ulung. Tanpa ragu, ia menantang pria kaya itu dalam sebuah balapan sengit. Ia tidak tahu bahwa pria kaya itu, ternyata berasal dari keluarga keturunan mafia legendaris dari sisilia. Pertandingan pun dimulai, dipenuhi adrenalin dan semangat juang yang tinggi. Namun, nasib berkata lain. Dalvie harus mengakui kekalahannya. Dengan berat hati, ia mengajukan sebuah pertanyaan kepada lawannya, "Apa yang kau inginkan sebagai imbalan atas kemenanganmu?". Jawaban pria tersebut sangat mengejutkan bahwasanya, dia harus menjadi miliknya beserta kesebelas saudaranya. Sejak saat itu, kehidupannya berubah drastis. Ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya kini berada di bawah kendali keluarga mafia. Konflik batin pun mulai menggerogoti dirinya. Di satu sisi, ia harus menerima kenyataan pahit ini. Di sisi lain, semangat juang dan rasa pemberontak dalam dirinya terus menyala.

More details
WpActionLinkContent Guidelines