Buruh Nakal

Buruh Nakal

  • WpView
    LECTURAS 394,932
  • WpVote
    Votos 1,129
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 16, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Erótica
Perkenalkan, namaku Putri, wanita yang bekerja di salah satu pabrik pengolahan kayu tua di pinggir kota. Memang di pabrik itu hanya akulah satu-satunya perempuan yang bekerja di sana. Maklum, tidak ada pekerjaan lainnya, sementara kakekku yang tua renta perlu berobat. Kami hanya tinggal berdua, karena aku telah dititipkan dari kecil oleh orang tua ku di sana. Awalnya semua berjalan dengan baik. Meskipun aku tahu para lelaki yang bekerja di pabrik itu kerap memperhatikan lekuk tubuhku, mereka tetap menjaga nafsunya. Namun, keisenganku untuk menggoda mereka ternyata berakhir petaka, dan aku menjadi mainan para lelaki di pabrik terkutuk itu. Aku tidak bisa apa-apa, dan akhirnya hanya bisa menikmati sentuhan kasar dari para buruh yang lapar. Bahkan, aku cenderung menikmatinya dan membuatku menjadi perempuan binal.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Angkasa #1 Unstoppable Love Series
  • If You Love Me
  • UNDER CONSTRUCTION
  • TIFFANY [END]
  • Linting Geminting21+
  • Khayalan Mustahil: Vina

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido