Kemana lagi aku harus pulang?

Kemana lagi aku harus pulang?

  • WpView
    Leituras 1,016
  • WpVote
    Votos 341
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, dez 5, 2024
Kalingga Niskala, laki-laki dengan seribu luka yang ia dapat dari keluarganya sendiri. Ia belum menemukan apa definisi kebahagiaan yang sesungguhnya, dirinya tak pernah merasakan kebahagiaan sedikitpun. Setiap harinya luka di hati dan mentalnya semakin bertambah, dirinya selalu merasakan penderitaan, tak ada kebahagiaan sedikitpun yang menghampiri dirinya. Perlahan perasaan lelah mulai muncul di benaknya, perasaan ingin bertahan dan menyerah selalu mengiringi hari-harinya. Bagi Kalingga untuk apa bertahan jika selalu menderita setiap harinya. Tapi, ia juga ingin merasakan kebahagiaan didunia ini. Terutama kebahagiaan dari keluarganya.
Todos os Direitos Reservados
#199
happyreading
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Terlalu Baik dalam Ruang Kosong
  • LUKA
  • Diary Zofanya
  • AKARA (Ending)
  • Waktu?
  • Bahasa Sansekerta (Selesai)
  • Aluka (Proses Penerbitan)

Kalingga selalu dikenal sebagai anak baik. Senyumnya hangat, tutur katanya lembut, dan ia tak pernah menolak untuk membantu siapa pun. Tapi tak ada yang benar-benar tahu di balik semua kebaikan itu, Kalingga menyimpan luka yang dalam, kesepian yang sunyi, dan kelelahan yang tak terlihat oleh siapa pun. Ia tumbuh sebagai people pleaser, memendam keinginan dan perasaannya sendiri demi diterima, disukai, dan dianggap cukup. Namun saat tekanan batin mulai menggerogoti, tubuhnya pun ikut menyerah. Kalingga didiagnosis mengidap penyakit autoimun, dan untuk pertama kalinya, ia mulai mempertanyakan segalanya mulai dari nilai hidupnya, arti kebahagiaan, dan mengapa kebaikan yang ia beri tak pernah cukup untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Di tengah keputusasaan, sebuah telepon datang membawa kabar yang mengguncang dunianya. Ibunya, yang selama ini dikatakan telah meninggal, ternyata masih hidup. Dari situlah perjalanan Kalingga berubah menjadi pencarian akan kebenaran, jati diri, dan cinta yang selama ini ia cari di tempat-tempat yang salah. Novel ini adalah potret tentang luka-luka yang tak terlihat, tentang keberanian untuk berhenti menyenangkan semua orang, dan tentang cinta tanpa syarat yang terkadang baru ditemukan saat segalanya runtuh. Dan saat semuanya berakhir, satu pertanyaan tetap menggantung apakah Kalingga akan menemukan dirinya yang sesungguhnya, atau justru kembali tenggelam dalam bayang-bayang orang lain?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo