Rodriguez dan Kematian Bangsawan Lainnya

Rodriguez dan Kematian Bangsawan Lainnya

  • WpView
    Reads 301
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 16, 2026
Avenue Dolores y Braganza-Buenos de Aurelio, putri dari Kota Aurelio. Salah seorang dari banyaknya bangsawan di Kekaisaran Bilbao yang diperbolehkan membawa nama dari kota tempat kelahirannya meskipun dia hanyalah putri dari seorang baron. Reputasinya bagus, seakan dia dilahirkan sebagai seorang bangsawan ke dunia ini. Namun di tengah puncak kemudaannya, dia ditemukan bunuh diri di Pub Alamos. Kematiannya mendorong ke runtutan kematian kelima Pendeta Eksorsis yang dikirim untuk mengusir jiwa pendendamnya. Rodriguez Iglesias, inkuisitor magang yang menurunkan darah seorang Gipsi diperintahkan untuk menyelidiki kasus kematian mendadak dari para pendeta eksorsis di Pub Alamos, bukannya menemukan bukti kematian dari pendeta tersebut, dia malah terseret ke dalam permasalahan politik keluarga Braganza yang membuat nyawanya juga ikut terancam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • the last of the twelve sisters
  • Siapa Arabell?   [Tahap Revisi]
  • ❝Eyes Blue❞ (TAMAT||TERBIT)
  • The Devil'S Rose
  • MR. MORGAN
  • Aurelia Maeva Sinclair
  • THE MYSTERIOUS CAT
  • Tria : First Mistake

Sinopsis: Di sebuah Lembaga terpencil yang menyamar sebagai panti asuhan, Eugenia dan sebelas gadis yatim piatu lainnya hidup dalam neraka kekerasan dan pelecehan di bawah tangan para pengurus yang kejam. Setelah menyaksikan kematian tragis teman-teman mereka akibat hukuman brutal dan kelalaian, Eugenia dan Rebecca, seorang gadis yang lebih tua dengan jiwa kepemimpinan, merencanakan pelarian. Pada malam festival musik di kota terdekat, ketika keamanan Lembaga melonggar, dua belas gadis itu mencoba kabur melalui lubang yang mereka gali di bawah tembok. Namun, pelarian mereka segera diketahui, dan pengejaran sengit pun terjadi di pegunungan. Dalam upaya melarikan diri, kelompok mereka terpecah. Rebecca, dengan naluri melindungi Eugenia, mengorbankan dirinya dengan menjadi umpan agar Eugenia bisa lolos dari kejaran para penjaga. Eugenia berhasil melarikan diri, hidup dalam kesendirian dan dihantui oleh trauma serta rasa bersalah karena meninggalkan teman-temannya. Bertahun-tahun berlalu, Eugenia berusaha membangun kehidupan baru sebagai Elisa sambil menyimpan kenangan pahit tentang Lembaga dan pengorbanan Rebecca. Namun, ia selalu bertanya-tanya tentang nasib teman-temannya yang tertangkap kembali. Takdir membawanya pada penemuan mengerikan: teman-temannya, termasuk kemungkinan Rebecca, tidak selamat. Mereka ditangkap kembali oleh pihak fasilitas dan dijual ke berbagai tempat untuk dieksploitasi. Kebenaran yang menyakitkan ini membangkitkan amarah dan tekad dalam diri Eugenia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines